
Dikarenakan Sebelum
Islam masuk dan berkembang, kerajaan terakhir yang besar pengaruhnya di Jawa
adalah Majapahit. Pada saat kerajaan tersebut mencapai puncak kebesarannya
telah banyak orang-orang yang beragama Islam. Hal ini di sebabkan adanya
hubungan antara orang-orang Islam yang melakukan pelayaran dan perdagangan di
Bandar-bandar pantai utara Jawa yang menjadi wilayah Majapahit. Persebaran
agama Islam di Jawa dipelopori oleh para Wali Sanga. Meskipun terdapat banyak
penyebar Islam, namun para wali itulah yang dianggap penting. Para wali
masing-masing memiliki wilayah persebaran persebaran Islam. Maulana Malik
Ibrahim dianggap sebagai wali. yang pertama memasuki Islam di Jawa, sehingga
atas jasanya penduduk yang masih beragama Hindu dan Budha mulai banyak memeluk
agama Islam.
Dalam beberapa sumber sejarah disebutkan bahwa Islam masuk ke Majapahit melalui pelabuhan-pelabuhan yang berada di daerah pesisir pulau Gujarat (india), Persia, Arab, dan Tiongkok yang menetap disana. Sejak agama Islam mulai masuk di Majapahit, pengaruhnya kian terasa hingga agama Shiwa dan Budha semakin terdesak. Namun proses ini berjalan dalam waktu yang cukup lama, karena agama Shiwa dan Budha adalah agama Mayoritas masyarakat Majapahit.

PENYEBARAN
ISLAM DIPULAU JAWA
Islam berhasil tersebar di berbagai penjuru pulau Jawa setelah
melalui proses yang cukup panjang, meski ada tempat yang tidak terjalin kontak
dengan Islam secara Intensif, bahkan ada yang tak terjangkau dengan dakwah
Islam. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat keimanan, kekuatan Islam, dan
pengalaman nilai-nilai Islam yang tercermin dalam sikap, tingkah laku, dan
kehidupan keberagaman umat Islam di Jawa.
Wali Songo adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya
di Jawa peranan Wali Songo sangat besar dalam mendirikan kerajaan Islam di Jawa.
Di Pulau
Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah
orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada
Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang
memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga
adalah penasihat sultan. Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian
diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi).
Salah satu
cara penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Walisongo ialah dengan cara berdakwah.
Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara mendatangi masyarakat
(sebagai objek dakwah), dengan mengunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini
menggunakan bentuk akulturasi, yaitu mengunakan jenis budaya setempat yang
dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya
Kesembilan
wali tersebut adalah sebagai berikut:
- 1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
- 2. Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
- 3. Sunan Drajat (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
- 4. Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.
- 5. Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
- 6. Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di Jawa dan luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
- 7. Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
- 8. Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
- 9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.

0 Comments:
Posting Komentar