Sejarah Islam dan Kisah Islam Didunia

Kisah Nyata Penggali Kubur Menjadi Ulama Besar, Sosok Syekh Hisyam Al Burhani.


 

“Kisah berikut ini,” Ujar Syaikh Hisyam Al-Burhani seorang ulama Syria dari kota Damaskus, “adalah kisah nyata. Bukan fiksi seperti dongeng 1001 Malam.”

Suatu hari ada seorang penggali kubur di salah satu kompleks pemakaman masyhur di Damaskus. Pemakaman ini penuh dengan ulama, auliya, serta pahlawan (syuhada). Penggali kubur ini didatangi oleh seorang wanita. Wanita itu memintanya untuk menggali kubur.

Tak lama setelah menggali kubur, wanita itu beserta beberapa pelayat yang tak banyak jumlahnya datang membawa jenazah. Jenazah ini diturunkan ke dalam liang lahat, namun tiba-tiba si penggali kubur ini melihat taman surga yang indah. Ia juga melihat dua malaikat membawa jenazah itu pergi dari sempitnya lahat.

Seketika ia pingsan saking terkejutnya. Tatkala siuman ia ditanya apa yang menimpanya. Ia menceritakan kejadian itu tapi orang-orang mengira ia terlalu berimajinasi.

Selang beberapa bulan, masih menurut cerita Syekh Hisyam, wanita itu datang lagi dan meminta ia menggali kubur lagi. Penggali itu pun menggali kuburan lagi.

Lalu datanglah si wanita itu bersama pelayat membawa jenazah. Ketika jenazah itu diturunkan ke dalam kubur oleh si penggali, seketika terjadi lagi hal yang sama: ia melihat taman surga dan malaikat membawa jenazah itu. Ia pun kembali pingsan.

Ketika siuman ia mengejar wanita itu dan menanyakan beberapa hal; siapa kedua jenazah itu? Apa yang mereka berdua lakukan sehingga mendapat karamah seperti ini?

Wanita itu menjawab, “Mereka berdua adalah anakku. Yang pertama adalah seorang santri ( Thalib Ilm ), dan yang kedua—yang baru saja meninggal adalah saudaranya yang bekerja sebagai tukang kayu dan menafkahkan hasilnya untuk saudaranya yang seorang santri itu.”

“Kontan saja,” lanjut Syekh Hisyam Al-Burhani, “ia pergi ke Masjid Jami At-Taubah—masjid yang menjadi tempat mengajarku dan leluhurku—ia mendatangi kakekku (atau ayahku?) yang bernama Syekh Said Al-Burhani.”

Masjid Jami At-Taubah adalah masjid yang cukup memiliki sejarah panjang di Damaskus. Dalam sejarahnya Izzuddin b. Abd Salam (sulthanul ulama; pengarang Qawaidul Ahkam) dan Ibnul Jazari (sarjana qiraah, pengarang An-Nasyr dan Muqaddimah Jazariyah) adalah di antara ulama yang pernah menjadi khathib di Jami’ At-Taubah.

“Aku ingin belajar agama.” Ujar penggali kubur itu kepada kakek Syekh Hisyam.

“Umurmu sudah hampir 50. Apa yang membuatmu ingin mengaji?”

Lalu si penggali kubur itu menceritakan kisahnya. “Baiklah,” ujar kakek Syekh Hisyam, “ambil kitab Jurumiyah. Mari mengaji nahwu mulai dari awal.”

Sejak itu si penggali kubur itu mengaji dengan tekun hingga menjadi ulama besar Damaskus. Penggali kubur itu bernama Syekh Abdurrahman Al-Haffar (Haffar berarti tukang gali). Dan memiliki keturunan yang juga menjadi ulama dan pecinta ilmu, salah satunya adalah Abdur Razaq Al-Haffar.

“Siapapun bisa mendapat derajat yang sama,” ujar Syekh Hisyam menutup ceritanya, “asalkan ia menuntut ilmu secara sungguh dan ikhlas.”

 

Share:

Kisah Pemandi Jenazah Pelacur



Sebuah kisah menarik yang nyata terjadi di zaman Imam Malik. Diceritakan, ada seorang wanita yang sangat buruk akhlaknya. Dia selalu tidur bersama lelaki dan tidak pernah menolak ajakan lelaki.

Hingga suatu saat, tibalah ia pada hari kematiannya. Ketika jenazahnya dimandikan oleh seorang wanita pemandi mayat, tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu terlekat pada kemaluan jenazah wanita itu dan tidak mau terlepas.

Semua penduduk dan ulama gempar dengan kejadian tersebut. Bagaimana tidak, tangan si pemandi jenazah menempel hingga semua orang yang hadir di sana kehabisan akal untuk melepaskan tangan wanita itu dari jenazah.

Hanya ada dua kemungkinan untuk menyelesaikan masalah itu. Pertama, memotong tangan wanita pemandi jenazah tersebut. Kedua, kubur wanita si pemandi mayat berikut jenazah itu sekaligus ke dalam tanah.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta pendapat dari Imam Malik. Imam Malik bukan orang yang mudah memberikan fatwa. Pernah suatu ketika, Imam Malik mendapat 40 pertanyaan, tetapi yang dijawab hanyalah 5.

Ini menunjukkan betapa berhati-hatinya dan betapa sensitifnya beliau dalam menjawab masalah agama.

Kemudian, Imam Malik bertanya kepada si wanita pemandi jenazah, adakah ia berkata apa-apa kepada jenazah tersebut sewaktu memandikannya.

Wanita pemandi jenazah itu pun berkata bahwa dia pernah mencela jenazah itu sewaktu membersihkan tubuhnya dengan berkata, " Ya Allah, berapa kali tubuh ini telah melakukan zina" .

Imam Malik pun berkata pada si pemandi jenazah, " Kamu telah menjatuhkan Qadzaf (tuduhan zina) pada wanita itu, sedangkan kamu tidak mendatangkan 4 orang saksi. Maka kamu harus dijatuhkan hukuman hudud 80 kali karena tidak bisa mendatangkan saksi" .

Setelah wanita pemandi jenazah itu dikenakan hukuman 80 cambukan, baru terlepaslah tangannya dari jenazah tersebut.

 


Share:

Kisah Seorang Pemuda Diajak Iblis Ke Surga

 


Suatu Ketika Iblis tidak Senang dengan seorang Murid, ia begitu dengki dengan seorang murid yang Hidup nya dalam kebaikan. Rutinitas Seorang Murid Itu Menghadiri Majelis Gurunya Diantara Waktu Magrib Dan Isya. Gurunya Mengajarkan dan mengingatkan Tentang Hubungan Dengan Allah swt dengan Batin Mereka.

Iblis yang Sangat dengki kepada sang Murid tersebut lalu mendatangi nya, Dengan Menyerupai Malaikat, Iblis itu hendak mengajak seorang murid itu ke Surga.

Kemudian Iblis dengan Kemampuan tipu daya nya Menggambarkan Keindahan Surga kepada si murid ini, Si murid ini merasa Terpesona dan takjub Melihat Keindahan Surga,

Maka berkatalah Iblis kepadanya: "engkau dapat mengunjungi surga ini setiap ba'da Magrib."

Lalu Iblis mengembalikan sang murid ini pada tengah malam. Iblis mengajaknya pergi setelah waktu Antara magrib dan isya agar murid ini tak lagi Menghadiri Majelis Gurunya

Si Murid ini Sudah Tak lagi Menghadiri Majelis Gurunya yg Diadakan setiap antara Magrib Dan isya.

Lalu Gurunya menanyakan "Kenapa ia tak hadir majelis, mengapa Engkau tak menghadiri majelis ku lagi antara Magrib dan isya"? tanya gurunya.

Muridnya Menjawab: "pada waktu itu aku akan terus berhalangan, aku akan menghadri Majelis guru dilain waktu saja,tetapi di waktu magrib dan isya,aku sudah tidak bisa lagi."

Sang Gurunya ini Memiliki kemampuan untuk membaca batinnya

"Apa alasan mu tak bisa menghadiri majelis ku lagi nak???" tanya Gurunya

"Ini rahasia, Aku sudah berjanji untuk tidak menceritakannya kepada siapapun." kata si murid

"Aku ini Guru mu, ceritakanlah kepadaku."

Maka Sang Murid Bercerita: "Setiap Waktu antara Magrib dan isya, aku diajak Malaikat ke Surga."

Gurunya adalah seorang Murobbi yg dapat mengetahui keadaan batin muridnya, ia mengetahui bahwa Iblis telah menipu anak didiknya dan yg mengajaknya itu bukanlah malaikat, tetapi Iblis, dan Guru nya tidak langsung menceritakan ini kepada muridnya, sebab dikawatirkan sang Murid akan membantahnya dan tak mempercayai gurunya tersebut,selama itu juga sang murid tersebut selalu berkhayal

maka berkatalah gurunya: "Wahai Murid ku, Jika Orang itu mengajak mu kesurga lagi, maka janganlah Engkau mau keluar dari Surga, tinggallah engkau disana dan jangan mau keluar, surga itu tempat yang kekal."

Berkata Murid nya: "tetapi aku takut."

gurunya berkata: "Surga itu tempat kesenangan,bagaimana­­ mungkin engkau ingin keluar lagi,ia tidak akan mencelakakan mu,yang kuinginkan engkau katakan kepadanya bahwa engkau ingin tetap disurga dan tak mau keluar lagi."

maka sang Murid menjalankan Perintah gurunya itu..

Lalu datanglah Iblis diwaktu magrib untuk membawa sang murid ini ke suatu tempat yang katanya Surga,

ia memandang pepohonan yang sangat indah disurga dan lain sebagainya, sudah waktunya ia mesti kembali.

"mari kita pulang nak." kata iblis tersebut

murid itu menjawab: "Tidak mau,aku ingin tetap disurga."

iblis pun membujuk nya agar ia pulang, tetapi Murid ini tidak mau, sehingga iblis pun meninggalkan nya sendirian.

pada saat sang murid tetap pada khayalan nya. Tibalah waktu fajar, lalu keindahan khayalan nya pun hilang, ia kaget ternyata ia ada diatas tumpukan sampah sampah diperkotaan, ia menyadari telah tertipu dg Iblis, selama ini iblis membawanya ketempat kotor , agar ia kehilangan majelis ilmu yg agung, majelis ilmu yang dapat meningkatkan derajat disisi Allah swt.

maka ia menemui Guru nya itu sambil menundukkan kepalanya.

Berkata Gurunya nya : "Engkau Baru Kembali dari Surga?? Aku tahu Iblis itu dengki dengan mu nak, Jalan ini membersihkan mu (menghadiri majlis Ilmu) serta mensucikan batin mu untuk mengetahui tentang Allah swt, dan ia tidak ingin seorang pun mencapai puncak itu, maka ia menipu mu. aku katakan padamu dari awal, engkau tidak akan percaya kepada ku, maka aku biarkan kamu agar melihat dengan matamu sendiri. Apakah kamu akan mempercayai lagi tipuan seperti ini?

inilah surga yg sesungguhnya wahai murid ku, menghadiri majelis Ilmu. Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: 

"Jika kamu melewati taman surga,maka duduklah. lalu engkau mau duduk ke surga mana??? iblis membawa mu dari surga sesungguhnya ketempat sampah,dan mengatakan bahwasanya itu surga yg sebenarnya, ia ingin memutuskanmu dari kebaikan.mengajak mu ketempat yang hina."

Allahumma berkat Rasulullah Saw, berkat para Wali Waliyullah dan berkat para Guru guru kami yaa Allah… Mudah-mudahan kita semua mendapat taufiq, sehingga kita dimudahkan dan di istiqomahkan dalam menghadiri majelis ilmu (mencari ilmu), berkumpul bersama orang shaleh sehingga kelak di akhirat kita dikumpulkan lagi bersama mereka

امین یارب العالمین

Kisah ini di Ceritakan Oleh Habib Umar Bin Muhammad Bin Hafidz.

 

Share:

Bagaimana Nasib Suku Primitif Di Akhirat Nanti ?

 


Suku primitif dan mereka yang tinggal di pedalaman yang tak tersentuh dunia modern, jauh dari peradaban, hidup dengan adat istiadat dan sistem kepercayaan sendiri kemudian mati dalam keadaan demikian tanpa mengenal Islam maka status mereka disamakan dengan ahlul fatroh (أهل الفترة). 

Ahlul fatroh adalah manusia yang hidup tanpa pernah menerima dakwah Nabi/Rasul, terutama mereka yang hidup di masa antara Nabi Isa dengan dibangkitkannya Nabi Muhammad.

Ahlul fatroh dimaafkan seluruh perbuatan mereka di dunia, tidak dihisab, tidak dituntut, tidak diuji dan tidak disiksa berdasarkan keumuman dalam ayat berikut ini,

{وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا } [الإسراء: 15]

Artinya :
“Tidaklah Aku menyiksa sampai Kuutus seorang utusan” (Surah Al-Isro’; 15)

Ahlul fatroh tidak disiksa berdasarkan perbuatan mereka selama hidup di dunia. Mereka hidup bagaikan makhluk Allah yang tidak diberi taklif seperti burung-burung, kupu-kupu, dan merak. Mereka akan diuji di akhirat, dan lulus-tidaknya ujian itulah yang menentukan apakah kelak mereka masuk surga atau masuk neraka.

Dasar penjelasan ini adalah hadis berikut,

عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَصَمُّ لَا يَسْمَعُ شَيْئًا وَرَجُلٌ أَحْمَقُ وَرَجُلٌ هَرَمٌ وَرَجُلٌ مَاتَ فِي فَتْرَةٍ فَأَمَّا الْأَصَمُّ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَمَا أَسْمَعُ شَيْئًا وَأَمَّا الْأَحْمَقُ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَالصِّبْيَانُ يَحْذِفُونِي بِالْبَعْرِ وَأَمَّا الْهَرَمُ فَيَقُولُ رَبِّي لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَمَا أَعْقِلُ شَيْئًا وَأَمَّا الَّذِي مَاتَ فِي الْفَتْرَةِ فَيَقُولُ رَبِّ مَا أَتَانِي لَكَ رَسُولٌ فَيَأْخُذُ مَوَاثِيقَهُمْ لَيُطِيعُنَّهُ فَيُرْسِلُ إِلَيْهِمْ أَنْ ادْخُلُوا النَّارَ قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ دَخَلُوهَا لَكَانَتْ عَلَيْهِمْ بَرْدًا وَسَلَامًا

Artinya :
“Dari Al-Aswad bin Sari’ bahwasanya Nabiyullah ﷺ bersabda: “Ada empat (jenis orang) di hari kiamat nanti: Orang tuli yang tidak mendengar apapun, orang idiot, orang pikun, dan orang yang mati di masa fatroh. Orang tuli berkata, ‘Wahai Rabbku, telah datang Islam tapi aku tidak mendengar apapun tentang hal itu’. Adapun orang idiot berkata, ‘Wahai Rabku, Islam telah datang sementara anak-anak melempariku dengan kotoran’. Adapun orang pikun ia berkata, ‘Wahai Rabbku, telah datang Islam hanya aku tidak bisa memahami sama sekali’. Adapun orang di masa fatroh berkata, ‘Wahai Rabku, tidak ada utusan-Mu yang mendatangiku’. Lalu Allah mengambil perjanjian dengan mereka agar mereka benar-benar taat kepada-Nya. Lantas Allah mengutus malaikatnya untuk mengatakan ‘Masuklah kalian ke dalam neraka’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalaulah mereka memasuki api tersebut, api itu akan menjadi dingin dan menyelamatkan mereka”. (H.R.Ahmad)

Dalam hadis di atas Rasulullah menceritakan ada empat golongan manusia yang akan membela diri di hadapan Allah pada saat dihisab. 

Mereka adalah ORANG TULI, ORANG PIKUN, ORANG IDIOT, dan AHLUL FATROH

Orang tuli menolak dihukum karena tidak masuk Islam dengan alasan dia tidak bisa mendengar risalah Islam sehingga tidak bisa mengimaninya. 

Orang pikun mengaku tidak bisa memeluk Islam dengan alasan bahwa dakwah Islam sampai kepadanya pada saat akalnya sudah tidak berfungsi lagi. 

Orang idiot mengaku tidak bisa memeluk Islam karena saat hidup di dunia dalam keadan tolol, tidak bisa menimbang baik-buruk, bahkan dihinakan manusia, sampai-sampai anak-anak kecilpun melemparinya dengan kotoran. 

Ahlul fatroh mengatakan tidak bisa memeluk Islam karena tidak ada satu utusan Allahpun yang mendakwahkan Islam kepadanya.

Allah menerima semua alasan mereka kemudian membuat perjanjian dengan mereka saat itu juga agar menaati apapun yang diperintahkan Allah. Di titik ini Allah mulai menguji agar diketahui apakah nasib mereka ke surga atau ke neraka. Mereka menerima dan siap. Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk masuk neraka!

Perintah Allah untuk masuk neraka ini tentu saja mengejutkan mereka. Tetapi dari situ justru akan tampak siapa yang memang sifat dasarnya taat kepada Allah dan membangkang. Mereka yang memang tabiatnya taat segera saja melaksanakan perintah itu dan api nerakapun terasa dingin bagi mereka

sebagaimana diberitahukan Rasulullah kepada kita. Adapun yang tidak mau melakukannya karena takut, maka Allah mencela mereka dan mengatakan kepada mereka yang kira-kira maknanya “Ini yang jelas-jelas perintahKu saja kalian membangkangnya, bagaimana jika kalian Ku kembalikan ke dunia kemudian mendapatkan perintah-Ku melalui utusan-Ku? Pasti kalian lebih hebat lagi dalam membantah dan membangkang pada para utusan-Ku”. Dengan cara itu, maka menjadi jelaslah siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka.

Hadis ini dishahihkan oleh Al-Baihaqi, Ibnu Katsir, Ibnu Hajar Al-‘Asqolani dan Al-Albani. Syu’aib Al-Arnauth menghasankannya. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa riwayat ini bisa dijadikan hujjah karena memiliki sejumlah syawahid yang menguatkan satu sama lain.

Adanya ujian di akhirat untuk orang-orang tertentu ini adalah pemahaman Al-Baihaqi, Abu Al-Hasan Al-‘Asy’ari, Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah dan Ibnu Baz.

Adapun pendapat yang menolak riwayat di atas dengan alasan bahwa akhirat itu Darul Jaza’ (negeri balasan) bukan Darul Imtihan (negeri ujian), maka jawabannya adalah sebagai berikut.

Maksud akhirat sebagai Darul Jaza’ adalah pada saat mereka sudah dimasukkan ke surga dan ke neraka, bukan sebelumnya. Oleh karena itu, hal ini tidak bertentangan jika ada perintah dan taklif sebelum dimasukkan ke salah satu negeri balasan itu.

Dalam Al-Qur’an sendiri ada ayat yang memerintahkan semua makhluk sujud di akhirat nanti, maka orang kafir dan munafik tidak bisa sujud sedangkan orang mukmin bisa sujud.

Perintah sujud adalah taklif, jadi hal ini menunjukkan taklif sebelum dimasukkan surga atau neraka diakui dalam Al-Qur’an.

Orang taat akan tetap taat selama yakin itu perintah Allah dan Rasul-Nya. Sementara para pembangkang yang memang tabiatnya membangkang akan melanggar perintah Allah apapun perintah itu.

 

Share:

Kisah Wali Allah yang Sholat Di Atas Air



Ini kisah yang turun temurun diceritakan tentang karomah wali Allah yang bisa berjalan di atas air dan mengangkat kapal yang tenggelam.

Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan siap mengarungi samudera, meninggalkan pelabuhan di Mesir.

Saat kapal itu berada di tengah lautan tiba-tiba saja datanglah petir yang diiringi ombak yang kuat membuat kapal itu terombang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dibuat untuk menghindari kapal tenggelam. Tapi semua usaha mereka sia-sia saja.

Semua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka. Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah SWT. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terumbang - ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan sholat di atas air.

Beberapa awak kapal yang melihat perilaku lelaki yang berjalan di atas air itu langsung saja
berkata, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!” Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Awak kapal itu memanggil lagi, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!”

Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, “Ada masalah apa?” Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Awak kapal itu berkata, “Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil kapal yang hampir tenggelam ini ? “Wali itu berkata, “Dekatkan dirimu kepada Allah.” Para penumpang itu berkata, “Apa yang mesti kami perbuat ?” Wali Allah itu berkata, “Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat.” Kemudian mereka berkata, “Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat.” Wali Allah itu berkata lagi, “Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah.”

Dengan membaca Bismillah, maka turunlah semua orang ke atas air dan berjalan menghampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berdzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang membawa muatan itupun akhirnya tenggelam ke dasar laut. Habislah semua barang-barang mewah dan berharga terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak mereka perbuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.

Salah seorang dari awak kapal berkata lagi, “Siapakah kamu wahai wali Allah?” Wali Allah itu berkata, “Saya adalah Awais Al-Qarni.”. Awak itu berkata lagi, “Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir.” Wali Allah berkata, “Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?” Orang itu berkata, “Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah.”

Setelah wali itu mendengarkan pengakuan dari orang tsb , maka dia pun mengerjakan sholat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah swt agar kapal itu ditimbulkan lagi bersama-sama hartanya.Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. semua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti semula. Tiada yang kurang.

Setelah itu dinaikkan semua penumpang ke atas kapal dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Sesampai di Madinah, awak kapal yang berjanji dengan wali Allah itu langsung menunaikan janjinya dengan membagi-bagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tidak ada seorang pun fakir miskin yang tak kebagian.

Share:

Kisah Masjid Dhirar yang dibangun kaum munafik



RASULULLAH SAW MEMBAKAR MASJID DHIRAR

Ibnu Katsir meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair, Urwah, Qatadah, dan lainnya bahwa di Madinah ada seorang pendeta yang bernama Abu Amir dari Khazraj. Dia adalah seorang pemeluk nasrani yang memilki posisi penting di kalangan kaum Khazraj.

Ketika Rasulullah SAW masuk ke Madinah, menghimpun kekuatan islam dan membangun peradaban kaum muslimin disana, Abu Amir merasa tidak suka dengan keberadaan Rasulullah SAW dan menunjukkan bibit permusuhan. Kemudian dia pergi ke Mekkah untuk mengumpulkan dukungan kaum Kafir Quraisy untuk melawan Rasulullah SAW.

Melihat Dakwah rasulullah yang sudah menyebar luas, semakin kuat dan maju, diapun pergi mencari dukungan kepada Raja Romawi, Heraclius. Heraclius menyambut baik kedatangan Abu Amir dan menjanjikan apa yang diinginkannya. Abu Amirpun tinggal di Negeri Heraclius sembari mengendalikan kaum munafik di Madinah

Abu Amir mengirim sebuah surat kepada kaum munafik Madinah. Ia mengabarkan bahwa Heraclius akan memberi apa yang mereka inginkan. Abu Amir memerintahkan kaum munafik untuk membuat markas tempat mereka berkumpul untuk merencanakan aksi-aksi jahat mereka kepada kaum muslimin.

Kaum Munafik kemudian membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Dhirar. Masjid tersebut dibangun di dekat masjid Quba’. Ketika masjid Dhirar telah berdiri, kaum munafik menemui Rasulullah SAW dan meminta beliau untuk Shalat di masjid Dhirar sebagai tanda persetujuan Rasul atas berdirinya masjid tersebut. Mereka berdalih masjid ini didirikan untuk orang-orang yang tidak dapat keluar saat malam sangat dingin.

Pada waktu itu Rasul hendak berangkat ke Tabuk, dan beliau mengatakan kepada kaum munafik, “Kami sekarang mau berangkat, Insya Allah nanti setelah pulang”. Allah melindungi Rasul untuk tidak shalat di masjid tersebut.

Beberapa hari sebelum Rasulullah SAW tiba di Madinah, Jibril turun membawa berita tentang masjid Dhirar yang sengaja dibuat untuk memecah belah kaum muslimin. Rasulullah SAW kemudian mengutus Sahabat untuk menghancurkan masjid tersebut sebelum Rasul tiba di Madinah.

Berkenaan dengan Masjid ini turunlah Firman Allah SWT : 

“Dan (diantara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), dan karena kekafirannya, dan untuk memecah belah orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu.
Mereka sesungguhnya bersumpah, ‘kami tidak menghendaki selain kebaikan. ‘Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamnya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba’) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (At-taubah : 107-108)

Bahwa Kaum Munafik telah melakukan perbuatan konspirasi kejahatan untuk memerangi dan memecah belah Rasulullah SAW dan kaum muslimin. karena itu Rasulullah SAW tidak membiarkan tindakan ini, dan langsung mengambil tindakan tegas dan keras.

Selain itu, tindakan Rasulullah SAW terhadap masjid Dhirar menujukkan perlunya menghancurkan tempat-tempat kemaksiatan, tempat yang tidak diridhai Allah SWT, tempat yang dapat membahayakan kehidupan dan kemashalahatan umat islam, sekalipun tempat tersebut disembunyikan dan disampuli dengan berbagai kebaikan sosial.

Kalau Rasulullah SAW saja membakar bangunan masjid Dhirar, Umar Ibnu Khattab juga pernah membakar satu desa yang menjual minuman keras (Khamr), apalagi tempat-tempat kemaksiatan, apalagi tempat-tempat PROSTITUSI, apalagi tempat-tempat PERJUDIAN yang digelar secara terang-terangan  dan untuk hal ini sudah tidak ada perdebatan lagi di antara ulama muslimin.

Tempat-tempat kemaksiatan yang menggelar dosa secara terang-terangan yang membawa banyak mudharat sudah seharusnya ditutup. Kita sebagai umat islam sudah seharusnya juga bersatu dan sama-sama berkontribusi dalam mengupayakan penutupan tempat-tempat yang dapat membuat Allah murka. Saatnya bergerak dan bersatu bersama-sama sebagai satu kesatuan Umat muslim yang peduli peradaban yang bersih.


Sumber: Buku Sirah Nabawiyah Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy

 


Share:

6 Orang yang memiliki wajah mirip Nabi Muhammad Saw



Ada enam orang yang memiliki kemiripan wajah dengan Nabi Muhammad SAW. Beberapa di antaranya memiliki kedekatan dengan Rasulullah SAW.

PERTAMA

Mereka, yang paling mirip ialah Nabi Ibrahim AS. Nabi Muhammad SAW menggambarkan penampilannya kepada para sahabatnya, dan mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah yang paling mirip dengan Nabi Muhammad.

Dari Jibir RA, Nabi SAW bersabda, "Para Nabi pernah diperlihatkan kepadaku. Aku melihat Musa Alaihi Salam mirp dengan Syanuah (nama kabilah di Yaman) yang berpostur tegap. Aku melihat Isa ibnu Maryam Alaihi Salam ternyata mirip Urwah ibnu Masud. Dan aku melihat Ibrahim Alaihi Salam yang mirip dengan orang yang bersama kalian ini (Rasulullah SAW sendiri). Kemudian aku melihat Jibril Alaihi Salam yang mirip dengan dihyah." (HR Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

KEDUA

Adalah Jafar bin Abi Thalib. Jafar adalah sepupu Rasulullah SAW, dengan nasab yaitu bin Abi Thalib bin Abdul Manaf bin Abdul Muthalib. 

Dari Al-Bara bin Azib, Nabi SAW berkata kepada Jafar, "Rupa dan perilaku mirip denganku." (HR Bukhari)

Jafar termasuk di antara orang-orang yang pertama masuk Islam dan ikut berhijrah bersama Rasulullah. Dia mati syahid di medang pertempuran Mutah.

KETIGA

Dia adalah Hassan bin Ali. Ini diketahui berdasarkan Musnad Ahmad. 

Dari Uqbah bin al-Harits, dia berkata, "Aku melihat Abu Bakar sedang menggendong Hassan sambil berkata, 'Ayahku menjadi tebusannya, ia (Hassan) mirip Nabi, bukan mirip Ali.'" Mendengar hal itu, Ali pun tertawa.

KEEMPAT

Adalah Abu Sofyan bin Al-Harits yang merupakan sepupu Rasulullah SAW. Dia adalah ayah dari Muawiyah. 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, bahwa Abu Sofyan bin Al-Harits diserupakan dengan Nabi SAW.

KELIMA

Ialah Al-Saib bin Ubaid. Lengkapnya adalah Al-Sa'ib bin Ubaid bin Abd Yazid bin Hashim bin Abdul Muthalib. Rupanya, nama kelima yang mirip Nabi Muhammad ini adalah kakek dari Imam Asy-Syafi'i, salah satu dari empat imam mazhab. 

Dalam kitab al-Nasb, Al-Zubair menyampaikan bahwa Ubaid bin Abd Yazid Al-Saib lahir dan diserupakan dengan Nabi Muhammad. Al-Kalbi juga menyebut Al-Saib punya kemiripan dengan Nabi SAW.

KEENAM

Adalah Qutsm bin Abbas bin Abdul Muthalib. Nama terakhir ini juga sepupu Rasulullah SAW. Dia masuk Islam ketika masih muda, dan ia adalah saudara dari Hussein bin Ali karena sepersusuan.

Al-Dzahabi mengatakan, Qutsm punya kemiripan dengan Nabi Muhammad SAW. Al-Abbas bin Abdul Muthallib pun biasa melihat kemiripan itu.

 


Share:

Karomah Mama Falak Wali Sakti Banten, Malaikatpun tunduk dan patuh



Tubagus Muhammad bin KH. Tubagus Abbas. atau yang lebih akrab disapa Mama Falak adalah sosok wali sakti asal Banten yang sangat disegani dengan ketinggian ilmu kasyaf dan ketajaman ilmu falakiyah yang beliau miliki.

Mama Falak memiliki nama asli yaitu Tubagus Muhammad bin KH. Tubagus Abbas. Gelar Falak itu sendiri diberikan oleh gurunya yang merupakan wali agung Syekh Sayyid Affandi asal Turki ssat dirinya di tanah suci.

Pada usia 17 tahun beliau berangkat ke Mekah untuk menimba ilmu selama kurang lebih 21 Tahun lamanya.

Selama berada di Mekkah beliau tinggal bersama gurunya Syekh Abdul Karim Al Bantani.

Selain Syekh Abdul Karim Mama Falak juga berguru pada beberapa ulama ternama yang tinggal di Mekkah seperti maha guru Syekh Nawawi al-bantani Turki, dan beberapa ulama ternama lainnya.

Mama Falak merupakan sosok wali yang memiliki keramat sangat luar biasa, di mana sejumlah ulama besar termasuk para habaib di nusantara telah mengakui bahwa Mama Falak adalah seorang waliyullah.



Hal ini terbukti dengan banyaknya Karomah yang di miliki oleh Mama Falak.

Salah satu dari sekian banyak keramat yang dimiliki Mama Falak adalah ketika Mama Falak mau ke rumah sohibul keramat Empang Bogor.

Saat itu sedang berkumpul para habaib diantaranya Habib Ali Kuitang, Habib Sholeh Tanggul kemudian para Habaib lainnya.

Duduk bersama di hadapan para habaib tiba-tiba hujan turun sangat deras. Kemudian Mama Falak kembali bangun dari duduknya dan berjalan keluar rumah.

Para habaib pun bingung melihatnya, lalu Mama Falak mengucap dengan lisannya,

"Ya Allah, pindahkanlah hujan ini ke tempat lain" ucap Mama Falak.

Dan atas izin Allah melalui Karomah Mama Falak, Malaikat yang bertugas menurunkan hujan seakan menuruti tunduk dan patuh pada apa yang dikatakan Mama Falak, dan seketika itu hujan deras pun langsung berhenti.

Para habaib yang menyaksikan peristiwa itu pun takjub dan langsung mengangkat kedua tangan mereka sambil berkata,

"Ya Allah yang ada di hadapan kami ini ternyata adalah seorang wali yang Saleh" ucap para Habaib.

Masya Allah, memang luar biasa keramat yang dimiliki Mama Falak wali asal Banten ini. Mama Falak juga memiliki keramat dan juga keahlian yang sangat luar biasa dalam menghitung dan menetapkan rukyat dalam bulan puasa.

Bahkan saking pintarnya dalam menguasai ilmu Falak, Mama Falak mampu menghitung Kapan buah jatuh dari pohonnya dan juga menghitung kapan sebuah daun jatuh dari tangkainya.

Salah satu kisah karomah Mama Falak yang sangat masyhur, ketika Mama Falak memerintahkan santrinya sambil menunjuk buah kelapa yang masih di atas pohon.

Mama Falak berkata pada santrinya,

"Nanti pada hari ini, jam sekian, menit sekian, detik kesekian, itu buah kelapa akan jatuh," ucap Mama Falak.

"Nanti kalau jatuh langsung dibelah ya!, di dalamnya pasti ada nasi serta lauk-pauknya" ucap Mama Falak lagi pada santrinya.

Sang santri pun menanti apa yang diucapkan Mama Falak, untuk meyakinkan benar atau tidaknya ucapan sang gurunya.

Sang santri menuruti apa yang dikatakan Mama Falak, dan benar saja buah kelapa itu jatuh sesuai dengan hitungan waktu Mama Falak.

Bahkan begitu di bawah di dalam buah kelapa itu terdapat nasi lengkap nasi dan juga lauk pauknya.

 

Share:

Popular Posts