Sejarah Islam dan Kisah Islam Didunia

Nasib Hewan setelah meninggal, masuk surga atau neraka ?



Kita mungkin terkadang bertanya tanya apakah hewan nanti pada hari kiamat juga dihisab? Kemudian apakah juga akan masuk surga dan neraka? Lalu bagaimana cara kita menebus dosa kita ketika pernah menyakiti hewan?

Para pembaca yang dimuliakan allah ternyata allah Swt telah menegaskan hal tersebut dalam al-qur’an surat at takwir, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وإذا الوحوش حشرت

“Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan” (At-Takwir/5)

Juga Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ وَلا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُون

“Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.” (Al-An’am/38)

َ قال ابن عباس : يحشر كل شيء حتى الذباب .

“Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu menjelaskan : akan dikumpulkan segala sesuatu sampai lalatpun”

Dan Hewan-hewan pada hari kiamat setelah dibangkitkan akan ditegakkan pengadilannya satu dengan yang lain. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari hadits riwayat abu hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

َلَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنْ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ رواه مسلم ( البر والصلة والآداب/4679) .

“Benar-benar akan ditegakkan hak-hak itu kepada para pemiliknya pada hari kiamat sampai sampai kambing tidak bertanduk (didunia) akan membalas kambing yang bertanduk (didunia).” (H.R. Muslim)

Dan juga disebutkan dalam hadits:

يقضي الله بين خلقه الجن والإنس والبهائم ، وإنه ليقيد يومئذ الجماء من القرناء ، حتى إذا لم يبق تبعة عند واحدة لأخرى قال الله : كونوا ترابا ، فعند ذلك يقول الكافر : { يا ليتني كنت تراباً ).

“Ketika Allah mengadili diantara makhluknya para jin, manusia dan hewan-hewan, dan sungguh Dia pada hari itu akan menegakkan hukum bahkan kepada kambing yang ditanduk dan kambing yang menanduk, sampai ketika sudah tidak tersisa lagi hak satu kepada yang lain maka allah mengatakan : Jadilah kalian (wahai para hewan) debu (yang berterbangan), maka saat itu orang kafir mengatakan : duhai sekiranya aku menjadi debu saja.

Berkata syaikh al Albani (pakar ahli hadits) tentang hadits ini bahwa hadits tersebut shahih. [Lihat kitab silsilah as shahihah jilid 4 hal 966 nomer hadits 1966].

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim berbuat baik lemah lembut terhadap hewan dan tidak menyiksanya, bahkan ada seorang perempuan yang masuk kedalam neraka disebabkan seekor kucing.

Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:

دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْض

“Ada seorang wanita yang masuk neraka karena kucing, dia mengikatnya dan tidak memberinya makan dan tidak juga membiarkannya berkeliaran untuk bisa mencari makan dari makananya yang ada dibumi.” [shahih al-bukhari kitab bad’u al-khalqi nomer hadits 3071]

Dan ada pula seorang pelacur yang diampuni oleh Allah karena telah berbuat baik terhadap seekor anjing. Berdasarkan hadits dari abu hurairah radhiyallahu anhu bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

َ بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Ketika ada seekor anjing yang menjilati tanah karena hampir mati kehausan, ketika itu ada seorang pelacur dari para pelacur yang hidup zaman bani isra’il, kemudian dia melepas sepatunya dan memberikan minum kepadanya, maka allah mengampuninya atas perbuatannya tersebut”. [hadits al anbiya’ nomer hadits 3208]

Dan apabila sudah terlanjur pernah menyakiti hewan maka wajib bertaubat kepada Allah azza wa jalla karena Dialah Rab dari hewan-hewan tersebut, dan Dialah yang memberikan sang pemberi tanggung jawab kepada kita untuk menyayangi binatang, kecuali apabila binatang tersebut membahayakan nyawa kita.

Sumber dari: https://wahdah.or.id/dimana-hewan-hewan-nanti-pada-hari-kiamat/

Share:

7 Ciptaan Allah Swt Yang Tidak Hancur Di Hari Kiamat



Peristiwa kiamat merupakan peristiwa kehancuran yang dahsyat dan luar biasa yang tidak pernah terjadi sehelumnya. Seluruh makhluk hidup akan merasakan kematian. 

Al Quran banyak menginformasikan keadaan yang akan dialami ketika kiamat itu terjadi, 

antara lain sebagai berikut.

 الْقَارِعَةُ .مَا الْقَارِعَةُ .وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ .يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ .وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ 

Artinya: "Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunungseperti bulu yang dihambur-hamburkan." (QS Al Qariah: 1-5)

Seluruh alam akan hancur binasa, tidak ada satu tempat pun untuk bersembunyai. 

Namun ada 7 ciptaan Allah yang tidak akan hancur ketika kiamat terjadi, 

kita mengetahui bahwasanya semuanya akan binasa dan mengalami kehancuran. Tak aka nada satu makhluk pun yang mampu bertahan hidup. Alam semesta juga ikut hancur. Bahkan, malaikat Israfil, malaikat peniup sangkakala juga mengalami kematian.

Meski kita tahu bahwa semuanya akan hancur, ternyata ada pula hal-hal yang tidak akan hancur. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki sesuatu yang tidak akan binasa meski kedahsyatan suatu kebinasaan terjadi. 

Lantas, apa saja yang tidak akan hancur di hari kiamat ? 

1. Surga dan Neraka

Jika sangkakala ditiupkan, ternyata ada yang tidak hancur, yakni Surga dan Neraka. Dalam hal ini Allah telah menyatakan kekekalan surga dan neraka dalam banyak ayat. 

Salah satunya dalam dalam Al-Qur’an, 

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ .خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ .وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ 

“Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Huud, 106-108) 

Maksud dari ayat tersebut ialah tersirat bahwa surga dan neraka itu adalah kekal, tidak akan binasa serta tidak akan ditetapkan kematian kepada keduanya 

2. ‘Arsy atau Singgasana Allah

Selanjutnya yang tidak akan hancur adalah Arsy Allah SWT. Dimana Arsy ini adalah singgasana Allah. 

Hal ini diungkapkan dalam firman-Nya,

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ .وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ “

Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini (surga) kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.’ Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat- malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam’,” (QS. Az- Zumar, 74-75). 

3. Kursi Milik Allah

Selain singgasana Allah, ada pula kursi milik Allah. Seperti apa kursi Allah? 

Rasulullah Saw bersabda, 

“Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang,” (HR. Ibnu Hiban). 

Sesungguhnya kursi Allah tidak akan hancur sebagaimana halnya ‘Arsy berdasarkan ulama. 

4. Lauh Mahfuzh

Jika singgasana Allah yaitu Arsy tidak akan hancur, maka sama halnya dengan Lauh Mahfuzh. Dimana ini adalah kitab tempat Allah untuk menuliskan segala catatan alam semesta. Adapun nama lain Lauh Mahfuzh dalam Al-Qur’an yaitu Ummu Al-Kitab, 

sebagaimana yang telah dikatakan Allah,

 وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ 

“Tiada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi, melainkan terdapat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh),” (QS. An-Naml: 75). 

Maka dari itu Lauh Mahfuzh pun tidak akan hancur berdasarkan Ij’ma ulama 

5. Qalam atau Pena

Qalam atau pena ternyata juga termasuk ciptaan Allah yang tidak akan hancur ketika sangkakala ditiupkan. Menurut beberapa ulama, Qalam atau pena merupakan makhluk yang pertama diciptakan oleh Allah.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya makhluk yangpertama kali Allah ciptakan adalah Al- Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’ Kemudian Al- Qalam berkata, ‘Wahai Rabb ku, apa yang akan aku tulis?’ Kemudian Allah berfirman, ‘Tulislah takdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat’,” (HR. Abu Dawud, shahih).  

6. Tulang Ekor

Selain itu, meskipun tiupan sangkakala itu dapat menghancurkan manusia, tapi ternyata sangkakala tidak bisa menghancurkan tulang ekor manusia. 

Rasulullah Saw bersabda, “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat,” (HR. Bukhari, No.4953).  

7. Ruh

Dan yang terakhir adalah ruh. Ruh ini tidak akan hancur atau binasa saat sangkakala ditiupkan. Karena makhluk yang binasa di saat itu akan dicabut ruhnya dan meninggal dan kemudian ruh ini dikembalikan ke jasadnya di saat hari kebangkitan. Hal ini disepakati ulama bahwa ruh tidak akan hancur.


Sumber : https://www.bacaanmadani.com/2017/02/7-ciptaan-allah-tidak-akan-hancur-di.html

Share:

22 Pertanyaan Pendeta Dijawab Semua Oleh Pemuda Muslim

 

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.



Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, 

"Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." 

Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. 

Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, 

"Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu. "Kemudian ia beranjak hendak keluar. 

Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. 

Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat..."Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"

1) Satu yang tiada duanya

- Allah SWT

2) Dua yang tiada tiganya

- Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).

3) Tiga yang tiada empatnya

- Kekhilafan yang dilakukan oleh Nabi Musa ketika Nabi Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

4) Empat yang tiada limanya

- Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an.

5) Lima yang tiada enamnya

- Solat lima waktu.

6) Enam yang tiada tujuhnya

- Jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.

7) Tujuh yang tiada delapannya

- Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

8) Delapan yang tiada sembilannya

- Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

9) Sembilan yang tiada sepuluhnya

- Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.

10) Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh

- Kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat ganda." (Al-An'am: 160).

11) Sebelas yang tiada dua belasnya

- Jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

12) Dua belas yang tiada tiga belasnya

- Mukjizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

13) Tiga belas yang tiada empat belasnya

- Jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

14) Sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai roh?

- Waktu Subuh. Allah SWT berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing" (At-Takwir: 18).

15) Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

- Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

16) Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

- Saudara-saudara Nabi Yusuf AS, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub AS berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:98)

17) Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya!

- Suara Keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).

18) Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!

- Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

19) Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?

- Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim AS. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

20) Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?

- Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentera bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashhabul Kahfi (penghuni gua).

21) Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

- Tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT? "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

22) Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah sinaran matahari?

- Maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pun mulai hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta. 

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia coba mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! 

Pendeta tersebut berkata, "Sesungguhnya aku tahu jawabannya, namun aku takut kalian marah. Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." 

Pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah." Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. 

Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Share:

Bangga..Nabi Muhammad Saw Menyebut Negeri Indonesia

Apa jadinya jika tokoh seluruh umat muslim Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sendiri , yang mengungkapkan rasa cintanya kepada Indonesia.

Padahal, jika dipikir-pikir Indonesia berada jauh dari tempat tinggal Rasulullah saat itu, lalu seperti apa pernyataan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang Indonesia ?

Inilah sosok Sayyid Muhammad, ulama yang menceritakan kisah pertemuannya dengan Rasulullah adalah Abuya Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani, yang pertama kali mengungkapkan. beliau merupakan salah satu ulama besar dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah abad ke-21.

Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani ulama besar yang terkenal sangat mencintai Indonesia. Beliau lahir di Makkah, tahun 1365 Hijriyah atau 1945 masehi, pendidikan awal beliau di Madrasah Al Falah Makkah, tempat ayah beliau bertugas sebagai pengajar.

Setelah ayah beliau wafat, beliau langsung di daulat untuk meneruskan syiar dakwah majelis yang telah dirintis sang Ayah. Setahun sebelum ayah beliau wafat, Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani, pada tahun 1970 berhasil meraih gelar doktor honoris causa dari universitas Al Azhar.

Pada tahun yang sama, beliau diangkat menjadi dosen di dua perguruan tinggi ilmu hadits dan ushuluddin, Universitas Umm Al Qura dan Universitas King Abdul Aziz.

Selain itu juga rutin mengisi pengajian di Masjidil Haram, setelah cukup lama menjadi dosen di 2 universitas tadi, beliau memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.



Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani, lebih memilih untuk fokus mendirikan Majelis Taklim di kediamannya sendiri.

Sebagai seorang ulama selain tugas mengajar di berbagai majelis keilmuan, Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani, sangat produktif dalam menulis berbagai kitab.

Kurang lebih sekitar 100 kitab beliau tulis, antara lain Manhaj as Salaf Fi Fahmi an Nushush, Qowaidul Asasiyah Fi Ulumil Quran, Syarah Mandzumah Waroqot Fi Ushul Fiqh, dan masih banyak lagi. Kitab Manhaj as Salaf Fi Fahmi an Nushush hasil tulisan dari Sayyid Muhammad



Kitab yang beliau tulis, sekarang banyak yang telah diterjemahkan ke bahasa lain, seperti Prancis Inggris dan Indonesia.

Sayyid Muhammad, sangat mencintai orang-orang Indonesia, salah satu alasannya karena beliau pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Dalam pertemuannya, Rasululullah menyatakan bahwa Rasulullah sangat mencintai orang Indonesia.

Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani kerap berkunjung ke Indonesia bahkan hampir ke berbagai daerah



Indonesia adalah negara yang memiliki populasi muslim yang terbesar di seluruh dunia, saat ini diperkirakan bahwa jumlah umat muslim mencapai 207 juta orang. Jumlah besar ini setidaknya memberikan kita gambaran bahwa sekitar 13% dari umat muslim di seluruh dunia, tinggal di Indonesia. Tidak hanya itu, mayoritas populasi penduduk Indonesia memeluk agama Islam, sekitar 90% dari populasi Indonesia. 

Bagi setiap nabi mencintai dan mengasihi umatnya, namun menurut ahli tafsir, Muhammad Quraish Shihab,  cinta dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya, lebih besar dibanding para nabi dan rasul sebelumnya. Rasulullah tidak berkenan, umatnya mendapatkan azab, sekalipun mereka menolak seruannya, tetapi Rasulullah justru mendoakan agar suatu saat Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Hidayah.. Indonesia misalnya, meskipun penduduknya tidak semuanya taat, namun Rasulullah tetap membisikkan nama Indonesia saat bertemu dengan Sayyid Muhammad.



Semua berawal, ketika Sayyid Muhammad bin Alawi al-maliki, bersama rombongan lainnya pergi berziarah ke makam Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di Madinah.

Tiba-tiba Beliau mengalami semacam kondisi yang tidak biasa, ternyata beliau mengalami kasyaf (tersingkapnya hijab), dalam peristiwa ini Sayyid Muhammad bertemu dengan Rasulullah dengan berjubelnya orang dibelakang Rasulullah.

Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki yang merasakan peristiwa tersebut bertanya, 

wahai Rasulullah Siapakah orang-orang yang berkerumun di belakang itu? 

Rasulullah menjawab, mereka adalah Ummat yang sangat mencintaiku. Aku juga sangat mencintai mereka. 

Sayyid Muhammad kembali bertanya, darimana mereka berasal wahai Rasulullah? 

Rasulullah menjawab, Indonesia, pungkas Rasulullah.

Setelah pertemuan Sayyid Muhammad dengan Rasulullah Sayyid Muhammad menjadi sangat mencintai orang orang Indonesia.

Setelah kejadian tersebut Sayyid Muhammad tidak tinggal berdiam diri, sebagai bukti kecintaan beliau, mendirikan pondok untuk santri santri yang berasal dari Indonesia.



Selain itu perlakuan Syekh Muhammad Al-maliki terhadap masyarakat dan Ulama Indonesia amat sangat baik, apalagi ketika beliau mendapatkan kunjungan dari orang Indonesia, beliau kerap memberikan buah tangan untuk hadiah pulang.

15 Ramadhan 1425 H, tepat di hari Jumat, dunia kehilangan salah satu permata terbaiknya. Abuya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani berpulang ke rahmatullah.

Share:

Sejarah Masuknya Islam Di Nusa Tenggara Timur



Awal masuknya Islam di Nusa Tenggara Timur melalui jalur perdagangan yang dilakukan oleh para pedagang dan ulama. Pada abad XV, banyak para pedagang Islam dari berbagai wilayah di Nusantara, seperti para pedagang dari pulau Jawa, Sumatera dan Bugis Makasar yang melakukan perdagangan dan atau menyinggahi berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur sebagai tempat transit sebelum meneruskan pelayaran ke Maluku, Makasar ataupun ke bandar-bandar di pulau Jawa. Karena faktor tersebut agama Islam paling awal masuk di wilayah Nusa Tenggara Timur adalah di sekitar bandar-bandar strategis yang banyak dikunjungi para pedagang Islam. Tempat-tempat tersebut antara lain : Pulau Solor, Pulau Ende, Pulau Alor, Kota Kupang, dan pesisir utara Sumba Barat. Dari bandar-bandar strategis di atas, Pulau Solor merupakan tempat tempat yang paling strategis bila ditinjau dari segi perdagangan karena berada pada posisi silang pelayaran dari bandar di pulau Jawa, Sumatera, Makasar ke Maluku atau sebaliknya, dari bandar-bandar di pulau Jawa, Sumatera, Makasar ke pulau Timor dan dari bandar di Makasar ke pantai utara Australia. Di samping itu di Lamakera terdapat pelabuhan alam yang bagus dan aman sebagai tempat persinggahan kapal dalam rangka menunggu cuaca dan angin yang tepat untuk berlayar. Itulah sebabnya Lamakera yang terletak di ujung timur pulau Solor sebagai tempat yang paling banyak dikunjungi para pedagang dan pelaut Islam dan merupakan salah satu tempat di NTT yang paling awal menerima agama Islam.



Dalam catatan sejarah selama ini keberadaan umat Muslim di kawasan itu telah ada sejak abad ke-15 dan di pulau solorlah tempat islam pertama kali di NTT . Hal ini menjadi perdebatan masyarakat menanga di pulau solor bahwa sejarah islam di NTT identik dengan kehadiran Sultan Menanga atau Shahbudin bin Ali bin Salman al-Farisi di abad ke 15.

Akan tetapi pandangan tentang sejarah masuknya Islam ke Solor itu dibantah masyarakat Menanga yang mendiami Desa Menanga di Pulau Solor. Mereka meyakini ada ulama yang datang lebih dahulu ke Solor jauh sebelum kehadiran Sultan Menanga dan Portugis. 



Ulama tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Sayyid Rifaduddin al-Fatih atau Jou Imam Patiduri dari Hadramaut yang datang ke Solor sekitar abad ke-13. 

Keyakinan masyarakat Menanga didukung bukti fisik dari kehadiran Imam Patiduri. Yakni adanya makam Imam Patiduri di Menanga dan keturunannya yang masih ada sampai sekarang.  kehadiran Sultan Menanga ke Pulau Solor diduga sebagai permintaan masyarakat Muslim yang telah ada di Solor. Besar kemungkinan masyarakat Muslim meminta Sultan Menanga untuk melakukan syiar agama Islam di Solor. Sekaligus untuk membuat perlawanan terhadap kehadiran Portugis.  

PENYEBARAN ISLAM DI NTT



penyebaran agama Islam di NTT khususnya Solor juga sangat identik dengan seorang ulama bernama Syahbudin bin Salman Al Faris yang dikenal dengan sebutan Sultan Menanga. di Desa Menanga terdapat bekas-bekas keberadaan Situs Menanga yang menjadi pusat pemerintahan Solor Watan Lema. Jejak-jejak kesultanan itu antara lain pondasi Masjid Sultan Menanga yang didirikan oleh Syahbudin Al Farisi. Masjid itu diyakini menjadi masjid tertua di NTT.di sekeliling masjid terdapat sisa-sisa Benteng Menanga. Benteng tersebut lebarnya 125 meter dan panjangnya 140 meter. Luas Benteng Menanga lebih luas dari Benteng Lohayong yang berukuran lebar 46 meter dan panjang 58 meter.



Dengan benteng sebesar itu, maka Menanga menjadi bukti yang paling solid dari keberadaan Menanga sebagai pemegang kendali tertinggi dari Solor Watan Lema,

Selain itu, terdapat makam Shahbudin bergelar Sultan Menanga atau Kaicili Pertawi dan makan Nyai Sili Pertawi sebagai istri kedua Sultan Menanga. Juga terdapat makam Jou Imam Patiduri yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tokoh yang pertama kali menyebarkan Islam di Solor. Menanga menjadi titik awal perkembangan agama Islam di wilayah Solor Watan Lima. Sementara itu, Lohayong dijadikan Portugis sebagai pangkalan dengan dibangunnya Benteng Lohayong dan menjadi awal penyebaran Katolik di Flores Timur.''

Para ilmuan sendiri telah menemukan banyak peninggalan agama Islam di NTT. Salah satunya adalah Alquran kuno yang dipercaya berasal dari Timur Tengah, dan ditulis pada zaman Nabi Muhamad SAW. Meski begitu, klaim ini tidak dapat dipastikan kebenarannya. 



Dibawa ke Alor sekitar tahun 1518, Alquran kuno ini terbuat dari kulit kayu, berisi 30 juz atau 114 surat yang ditulis menggunakan tinta hitam dan merah.

Saat ini, Alquran berusia ratusan tahun itu tersimpan dalam kotak kaca, di rumah milik keturunan Iang Gogo, penyebar agama Islam asal Ternate Maluku Utara, di Kabupaten Alor, NTT. 

Selain Alquran kuno, bukti ajaran agama Islam lainnya di NTT adalah Masjid At-Taqwa Lerabaing  yang dibangun oleh Sultan Kimales Gogo di Desa Wakapsir, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Provinsi NTT. berbentuk rumah panggung dengan   luas tanah 750 meter, memiliki 24 tiang, tangga dan pintu terbuat dari kayu, serta atap bertingkat dari seng.

Halaman mesjid dikelilingi dengan pagar besi dan memiliki satu pintu masuk

Sejarah menyebutkan jika masjid kuno ini merupakan inisiatif para ulama Ternate yang berdakwah di daerah tersebut.

.

Share:

Popular Posts