Sejarah Islam dan Kisah Islam Didunia

Karomah Mama Falak Wali Sakti Banten, Malaikatpun tunduk dan patuh



Tubagus Muhammad bin KH. Tubagus Abbas. atau yang lebih akrab disapa Mama Falak adalah sosok wali sakti asal Banten yang sangat disegani dengan ketinggian ilmu kasyaf dan ketajaman ilmu falakiyah yang beliau miliki.

Mama Falak memiliki nama asli yaitu Tubagus Muhammad bin KH. Tubagus Abbas. Gelar Falak itu sendiri diberikan oleh gurunya yang merupakan wali agung Syekh Sayyid Affandi asal Turki ssat dirinya di tanah suci.

Pada usia 17 tahun beliau berangkat ke Mekah untuk menimba ilmu selama kurang lebih 21 Tahun lamanya.

Selama berada di Mekkah beliau tinggal bersama gurunya Syekh Abdul Karim Al Bantani.

Selain Syekh Abdul Karim Mama Falak juga berguru pada beberapa ulama ternama yang tinggal di Mekkah seperti maha guru Syekh Nawawi al-bantani Turki, dan beberapa ulama ternama lainnya.

Mama Falak merupakan sosok wali yang memiliki keramat sangat luar biasa, di mana sejumlah ulama besar termasuk para habaib di nusantara telah mengakui bahwa Mama Falak adalah seorang waliyullah.



Hal ini terbukti dengan banyaknya Karomah yang di miliki oleh Mama Falak.

Salah satu dari sekian banyak keramat yang dimiliki Mama Falak adalah ketika Mama Falak mau ke rumah sohibul keramat Empang Bogor.

Saat itu sedang berkumpul para habaib diantaranya Habib Ali Kuitang, Habib Sholeh Tanggul kemudian para Habaib lainnya.

Duduk bersama di hadapan para habaib tiba-tiba hujan turun sangat deras. Kemudian Mama Falak kembali bangun dari duduknya dan berjalan keluar rumah.

Para habaib pun bingung melihatnya, lalu Mama Falak mengucap dengan lisannya,

"Ya Allah, pindahkanlah hujan ini ke tempat lain" ucap Mama Falak.

Dan atas izin Allah melalui Karomah Mama Falak, Malaikat yang bertugas menurunkan hujan seakan menuruti tunduk dan patuh pada apa yang dikatakan Mama Falak, dan seketika itu hujan deras pun langsung berhenti.

Para habaib yang menyaksikan peristiwa itu pun takjub dan langsung mengangkat kedua tangan mereka sambil berkata,

"Ya Allah yang ada di hadapan kami ini ternyata adalah seorang wali yang Saleh" ucap para Habaib.

Masya Allah, memang luar biasa keramat yang dimiliki Mama Falak wali asal Banten ini. Mama Falak juga memiliki keramat dan juga keahlian yang sangat luar biasa dalam menghitung dan menetapkan rukyat dalam bulan puasa.

Bahkan saking pintarnya dalam menguasai ilmu Falak, Mama Falak mampu menghitung Kapan buah jatuh dari pohonnya dan juga menghitung kapan sebuah daun jatuh dari tangkainya.

Salah satu kisah karomah Mama Falak yang sangat masyhur, ketika Mama Falak memerintahkan santrinya sambil menunjuk buah kelapa yang masih di atas pohon.

Mama Falak berkata pada santrinya,

"Nanti pada hari ini, jam sekian, menit sekian, detik kesekian, itu buah kelapa akan jatuh," ucap Mama Falak.

"Nanti kalau jatuh langsung dibelah ya!, di dalamnya pasti ada nasi serta lauk-pauknya" ucap Mama Falak lagi pada santrinya.

Sang santri pun menanti apa yang diucapkan Mama Falak, untuk meyakinkan benar atau tidaknya ucapan sang gurunya.

Sang santri menuruti apa yang dikatakan Mama Falak, dan benar saja buah kelapa itu jatuh sesuai dengan hitungan waktu Mama Falak.

Bahkan begitu di bawah di dalam buah kelapa itu terdapat nasi lengkap nasi dan juga lauk pauknya.

 

Share:

10 Nama Yang Dipastikan Masuk Neraka

Ternyata, ada sejumlah nama yang dipastikan masuk neraka menurut Al Qur’an sehingga mereka kelak akan mendapat siksa. 

Neraka adalah tempat paling hina yang akan diterima bagi mereka yang melanggar perintah Allah Swt.

Luas Neraka tidak bisa dijangkau oleh akal dan tak bisa dibandingkan dengan luasnya bumi.

Dengan demikian, neraka menjadi rahasia Allah Swt sehingga tidak ada satupun manusia yang tahu.

Tetapi, ada nama yang dipastikan masuk neraka menurut Al Qur’an.

Siapa saja mereka ?

10 Nama yang Dipastikan Masuk Neraka Menurut Al Qur’an

1. Abu Lahab

Abu Lahab adalah salah satu nama yang dipastikan masuk neraka menurut Al Qur’an.

Hal ini tercantum jelas dalam surat al-Lahab.

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)….”



2. Ummu jamil

Selain Abu Lahab, surat serupa juga menjelaskan bahwa istri Abu Lahab kelak masuk neraka.

Istri Abu Lahab, Ummu Jamil, akan masuk neraka karena perbuatannya di dunia.

“…dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).”



3. Fir’aun

Firaun termasuk nama yang dipastikan masuk neraka menurut Al Qur’an.

Penguasa Mesir itu sangat sombong dan berani melawan kekuasaan Allah Swt.

“Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!” (surat Ghafir: 46)



4. Karun

Nama yang dipastikan masuk neraka lainnya adalah Karun atau Qarun.

Dia adalah sepupu Nabi Musa AS yang lupa dengan Allah Swt. setelah mendapat kenikmatan.

Padahal, Qarun sebelumnya taat beribadah dan hidup penuh keprihatinan.

Dalam surat Al-Ankabut: 39, dia akan mendapat balasan setimpal atas perbuatannya.

“…dan (juga) Karun, Fir‘aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah).



5. Haman

Selanjutnya adalah Haman, nama yang masuk neraka menurut Al Qu’ran.

Kawan dan orang kepercayaan Fir’aun itu tercatat dalam surat Al-Ankabut ayat 39.

Dia berperilaku kejam selama hidupnya.



6. Qabil, Putra Nabi Adam

Qabil adalah putra Nabi adam,  sekaligus pembunuh pertama dalam sejarah umat manusia.

Dia membunuh saudara kembarnya sendiri, Habil.

Persoalannya adalah berebut pasangan hidup yang lebih cantik dan iri hati.

Kelak, Qabil akan mendapat balasan neraka seperti dalam Al Baqarah: 29.



7. Kan’an, Putra Nabi Nuh

Putra nabi Nuh, Kan’an, juga akan masuk neraka.

Dia tidak menurut kepada Ayahnya saat hidup di dunia.



8. Istri Nabi Luth

Selain istri Abu Lahab, istri Nabi Luth juga dipastikan masuk neraka.

Istri Nabi Nuh, Wali’ah adalah nama wanita yang pertama kali masuk neraka.

Dia menentang agama Allah Swt. sebagaimana At-Tahrim ayat 10.

“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam).”



9. Azar

Selanjutnya adalah Azar, nama yang masuk neraka.

Azar adalah ayah dari Nabi Ibrahim.

Dia penyembah patung atau berhala.

“Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar; “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-An’am: 74).



10. Namrud, Raja Babilon

Namrud adalah raja yang berkuasa di masa Nabi Ibrahim. Dia adalah raja yang sombong, kafir, dan penyembah berhala.


Namanya tercantum dalam tafsir Al Qur’an, salah satunya Salah satunya dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Hal tersebut terdapat pada Al Baqarah ayat 258.

Namrud akan masuk neraka dan mendapat siksa api neraka.

 

 

Share:

Kisah Ahli Ibadah yang Masuk Neraka karena ucapannya

 



Dinukil dari kitab Sittuna Qishshah, Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ikrimah Ibnu Ammar, dari Damdam ibnu Jausy Al-Yamami yang mengatakan bahwa:

 

Abu Hurairah pernah berkata kepadanya: "Hai Yamami...! Jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap seseorang, 'Semoga Allah tidak mengampunimu,' atau 'Semoga Allah tidak memasukkan mu ke dalam surga'."

 

Yamami berkata: "Hai Abu Hurairah...! Sesungguhnya kalimat tersebut biasa dikatakan oleh seseorang terhadap saudaranya dan temannya jika dia dalam keadaan marah."

 

Abu Hurairah r.a berkata: "Jangan kamu katakan hal itu, Kerana sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: "Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki. Salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri dia ahli maksiat."

Dinukil dari kitab Sittuna Qishshah, Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ikrimah Ibnu Ammar, dari Damdam ibnu Jausy Al-Yamami yang mengatakan bahwa:

 

Abu Hurairah pernah berkata kepadanya: "Hai Yamami...! Jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap seseorang, 'Semoga Allah tidak mengampunimu,' atau 'Semoga Allah tidak memasukkan mu ke dalam surga'."

 

Yamami berkata: "Hai Abu Hurairah...! Sesungguhnya kalimat tersebut biasa dikatakan oleh seseorang terhadap saudaranya dan temannya jika dia dalam keadaan marah."

 

Abu Hurairah r.a berkata: "Jangan kamu katakan hal itu, Kerana sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: "Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki. Salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri dia ahli maksiat."

Dinukil dari kitab Sittuna Qishshah, Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ikrimah Ibnu Ammar, dari Damdam ibnu Jausy Al-Yamami yang mengatakan bahwa:

 

Abu Hurairah pernah berkata kepadanya: "Hai Yamami...! Jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap seseorang, 'Semoga Allah tidak mengampunimu,' atau 'Semoga Allah tidak memasukkan mu ke dalam surga'."

 

Yamami berkata: "Hai Abu Hurairah...! Sesungguhnya kalimat tersebut biasa dikatakan oleh seseorang terhadap saudaranya dan temannya jika dia dalam keadaan marah."

 

Abu Hurairah r.a berkata: "Jangan kamu katakan hal itu, Kerana sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: "Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki. Salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri dia ahli maksiat."

Dinukil dari kitab Sittuna Qishshah, Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ikrimah Ibnu Ammar, dari Damdam ibnu Jausy Al-Yamami yang mengatakan bahwa:

 

Abu Hurairah pernah berkata kepadanya: "Hai Yamami...! Jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap seseorang, 'Semoga Allah tidak mengampunimu,' atau 'Semoga Allah tidak memasukkan mu ke dalam surga'."

 

Yamami berkata: "Hai Abu Hurairah...! Sesungguhnya kalimat tersebut biasa dikatakan oleh seseorang terhadap saudaranya dan temannya jika dia dalam keadaan marah."

 

Abu Hurairah r.a berkata: "Jangan kamu katakan hal itu, Kerana sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: "Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki. Salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri dia ahli maksiat."

Dinukil dari kitab Sittuna Qishshah, Imam Ahmad mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ikrimah Ibnu Ammar, dari Damdam ibnu Jausy Al-Yamami yang mengatakan bahwa:

Abu Hurairah pernah berkata kepadanya: "Hai Yamami...! Jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap seseorang, 'Semoga Allah tidak mengampunimu,' atau 'Semoga Allah tidak memasukkan mu ke dalam surga'."

Yamami berkata: "Hai Abu Hurairah...! Sesungguhnya kalimat tersebut biasa dikatakan oleh seseorang terhadap saudaranya dan temannya jika dia dalam keadaan marah."

Abu Hurairah r.a berkata: "Jangan kamu katakan hal itu, Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

 "Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki. Salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri dia ahli maksiat."

Keduanya sudah seperti saudara. Orang yang rajin ibadah selalu melihat saudaranya berbuat dosa dan mengatakan kepadanya, "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Tetapi saudaranya itu menjawab: "Biarlah aku dan Tuhanku, apakah kamu ditugaskan untuk terus mengawasiku?"

Hingga pada suatu hari yang rajin beribadah melihat saudaranya ahli maksiat itu melakukan suatu perbuatan dosa yang menurut penilaiannya sangat besar dosanya. 

Maka dia berkata kepadanya: "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Dan orang yang ditegurnya menjawab: "Biarlah aku, ini urusan Tuhanku, apakah engkau diutuskan sebagai pengawasku?"

Maka yang rajin beribadah berkata: "Demi Allah! Semoga Allah tidak memberi keampunan kepadamu, atau semoga Allah tidak memasukkanmu ke syurga untuk selama-lamanya."

Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Allah mengutus seorang malaikat untuk mencabut nyawa kedua orang tersebut, dan keduanya berkumpul di hadapan Allah.

Maka Allah Ta'alla berfirman kepada orang yang berdosa: "Pergilah, dan masuklah ke dalam surga kerana rahmat-Ku."

Sedangkan kepada yang lainnya Allah ta'alla berfirman: "Apakah kamu merasa alim? Apakah kamu mampu meraih apa yang ada di tangan kekuasaan-Ku? Bawalah dia ke dalam neraka!"

Rasulullah bersabda: "Demi Tuhan yang jiwa Abul Qasim berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya orang tersebut (yang masuk neraka) benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang menghancurkan dunia dan akhiratnya."

Imam Abu Daud meriwayatkannya melalui hadist Ikrimah ibnu Ammar, bahwa Damdam ibnu Jausy menceritakan kepadanya dengan lafaz yang sama.

Bayangkan, jika ahli ibadah yang mendoakan sedemikian terhadap saudaranya pun sudah dimasukkan ke neraka. Apa lagi kalau ucapan itu dibuat oleh bukan ahli ibadah.

 

Na'udzu billahi min dzaalik.

 

Share:

Kisah Gadis Kaya yang Dipotong Tangannya Karena Sedekah


 

Dikisahkan pada masa Bani Israel. ada kisah keluarga kaya raya yang pelit untuk bersedekah.

Berawal seorang fakir menghampiri rumah seorang kaya dengan berkata, “Sedekahlah kamu kepadaku dengan sepotong roti dengan ikhlas karena Allah swt”

Setelah fakir miskin itu berkata demikian, maka keluarlah anak gadis orang kaya, lalu memberikan roti yang masih panas kepadanya.

Baru saja gadis itu memberikan roti tersebut, keluarlah bapak gadis tersebut yang bakhil itu terus memotong tangan kanan anak gadisnya sehingga putus.

Semenjak peristiwa itu maka Allah swt pun mengubah kehidupan orang kaya itu dengan menarik kembali harta kekayaannya sehingga dia menjadi seorang yang fakir miskin dan akhirnya dia meninggal dunia dalam keadaan yang paling hina.

Anak gadisnya menjadi pengemis dengan satu tangan, dan meminta-minta dari satu rumah ke rumah.

Maka pada suatu hari anak gadis itu menghampiri rumah seorang kaya sambil meminta sedekah, maka keluarlah seorang ibu dari rumah tersebut.

Ibu tersebut sangat kagum dengan kecantikannya dan menyilahkan anak gadis itu masuk ke rumahnya. Ibu itu sangat tertarik dengan gadis tersebut dan dia berniat untuk mengawinkan putranya dengan gadis tersebut.

Setelah perkawinan itu selesai, maka si ibu itu pun memberikan pakaian dan perhiasan bagi mempelai wanita Sekaligus menutupi tangan gadis itu yang sudah dipotong.

Pada suatu malam saat makan malam dihidangkan, maka si suami hendak makan bersamanya, oleh ibunya tangan gadis itu ditutup dengan krudung, agar suaminya tidak mengetahui.

Saat suaminya menyuruh dia makan, gadis itu makan dengan tangan kiri. Melihat hal itu, suaminya berkata, “Aku tahu ternyata orang fakir tidak tahu tatacara yang sopan, makanlah dengan tangan kanan dan bukan dengan tangan kiri.”

Setelah si suami berkata demikian, maka isterinya itu tetap makan dengan tangan kiri, walaupun suaminya berulang kali memberitahunya.

Tiba-tiba terdengar suara dari sebelah pintu, “Keluarkanlah tangan kananmu itu wahai hamba Allah, sesungguhnya kamu telah mendermakan sepotong roti dengan ikhlas karenaKu, maka tidak ada halangan bagi-Ku memberikan kembali akan tangan kananmu itu.”

Setelah gadis itu mendengar suara tersebut, maka dia pun mengeluarkan tangan kanannya, dan dia mendapati tangan kanannya seperti dalam keadaan semula, utuh. Dia pun makan bersama suaminya dengan menggunakan tangan kanan.

Inpirasi dari kisah ini

Dari kisah ini kita dapat mengambil hikmah agar senantiasa menghormati tamu yang datang kerumah kita dengan maksud yang baik, walau seorang pengemis yang datang untuk meminta.

Barangsiapa yang menghormati tamunya dan menjamunya, maka Allah swt akan memasukkan kebaikan di dalam rumah kita, yaitu rahmat dan mengeluarkan keburukan yang ada dalam rumah kita.

 

Share:

Popular Posts