Banten memang gudangnya para kiai yang memiliki karomah dengan kesaktian
yang sangat tinggi, salah satunya adalah Mama Falak.
Memiliki
satu kisah menarik tentang Mama Falak di masa kecilnya. Mama Falak merupakan sosok Wali Allah SWT yang memiliki karomah
dan kesaktian yang sangat tinggi.
Mama Falak kecil, sang wali sakti asal Banten ini
memiliki nama asli Tubagus Muhammad Falak.
Mama Falak sang wali sakti asal Banten ini
merupakan putra dari KH. Tubagus Muhammad Abbas, Mama Falak kecil dilahirkan pada tahun
1842 Masehi.
Mama Falak kecil membuat semua orang
yang menyaksikan keramat sakti yang dimilikinya menjadi melongo tidak percaya
akan apa yang terjadi pada Mama Falak kecil.
Adab
masyarakat terhadap Kyai dan keluarganya masih sangat minim saat itu, warga
sulit sekali untuk diarahkan oleh kiainya.
Namun
Kiai Abbas ayahanda Mama Falak kecil begitu telaten dalam mengajari akhlak
terhadap penduduk setempat.
Pada
suatu ketika di hari Jumat, warga telah berkumpul di masjid untuk melaksanakan
salat Jumat.
Tampak
tidak ketinggalan seorang anak kecil berbusana santri yang tubuhnya penuh
dengan penyakit kulit atau buduk.
Sang
anak kecil ini sedang mencari barisan yang akan ia tempati untuk ikut sholat
Jum'at di sana.
Namun
tak ada satupun orang yang mau berdampingan dengan anak kecil itu, dikarenakan
tubuhnya yang penuh dengan budukan.
Waktu
semakin mendesak, khutbah Jumat segera dilaksanakan. Namun anak kecil ini belum
juga mendapatkan barisan.
Sang
bocah kecil sudah sangat kesal hingga memaksa duduk di barisan paling belakang.
Itupun tiba-tiba ada orang yang malah melemparkan sajadahnya dan berkata,
"Heh
bocah buduk, ngapain duduk di situ. sana duduk di bak air saja" hardik
orang tersebut.
Sontak
bocah kecil itu pun terkejut dan dengan rasa sedih, si bocah kecil keluar
menuju bak air.
Bocah
kecil itu pun lalu menghamparkan sajadahnya di atas air dan duduk di atasnya,
sambil mendengarkan khutbah.
Orang-orang yang keluar dari masjid pun dibuat takjub oleh si bocah
kecil yang sedang duduk di atas air itu.
Hingga
akhirnya mereka semua sadar bahwa anak kecil itu adalah sosok yang istimewa dan
luar biasa, bocah buduk ini ternyata bukan bocah sembarangan.
Setelah
peristiwa itu, warga sangat menghormati Mama Falak kecil dan tidak berani lagi
menyepelekannya. Terlebih lagi kepada ayahandanya yaitu Mbah Abbas.
Itulah
pentingnya menghormati orang-orang yang dekat dengan Allah Subhanahu Wa ta'ala.
Sholu 'ala Nabi Muhammad.***

0 Comments:
Posting Komentar