Seorang penggali kubur menemukan jasad berumur ratusan tahun,
namun kain kafan yang membungkusnya tetap utuh. Tidak hanya itu, jasad tersebut
ternyata hidup lagi dan berbicara.
Cerita ini termaktub dalam kitab ‘uyun al-hikayat min Qashash
ash-Sholihin wa Nawadzir az-Zahidin karya Ibnu Jauzi,
ulama termasyhur yang banyak dijadikan rujukan.
Kisah ini bermula dari cerita seorang tukang gali gubur di
al-Mar’asyy di Antiokia, kini masuk wilayah Suriah. Suatu hari,
tukang gali kubur itu bercerita kepada ulama bernama Abu Ali ar-Rabzabadi.
Tukang gali kubur itu bercerita, suatu ketika saat ia sedang
menggali kubur, ia menemukan sebuah liang lahad. Sekop yang ia gunakan untuk
menggali, membentur sesuatu di dalam tanah. Ternyata, setelah diselidiki,
sebuah liang lahad.
Ia merasa, liang lahad itu aneh. Agak kasar memang, tapi bukan
itu yang jadi masalah.
Umur liang lahad itu sudah tampak tua. Ia memprediksi, lubang
itu mungkin berumur ratusan tahun atau lebih. Terbukti, sekop yang biasanya
gampang digunakan untuk memecah batu atau tanah, tidak berfungsi.
Sebagai ahli kubur, ia langsung mengerti. Mungkin yang dikubur
adalah orang kaya atau sejenisnya. Tapi, ketika ia melihat lebih dalam,
tampaknya tidak seperti orang kaya.
Dari lubang itu, tampak sebuah cahaya. Mungkin sekopnya sedikit
merusak nisan hingga menimbulkan lubang. Dari lubang itu, terlihatlah jasad
seorang pemuda di dalamnya. Nisan tersebut masih utuh. Begitu pun jasad di
dalamnya. Jasad seorang pemuda.
Sontak, penggali kubur itu kaget. Bagaimana bisa nisan yang
tampak berumur ratusan tahun itu masih utuh?
Penggali kubur itu tambah heran. Jenggot pemuda itu tampak
bergoyang-goyang diterbangkan angin yang berhembus dari lubang tempat penggali
kubur itu mengintip.
Belum habis kekagetannya, tiba-tiba mata jasad tersebut
terbuka dan melihat ke arah penggali kubur.
“Sahabatku, apakah kiamat sudah
tiba?” tanya pemuda itu.
Lidah penggali kubur itu langsung kelu. Ia hanya bisa menjawab
lirih karena dikuasai ketakutan.
“Belum.”
“Jika begitu, tutup kembali,” kata pemuda itu.
Lalu, penggali kubur itu pun menutup lubang dan menimbunnya
kembali dengan tanah. Wallahu
'alam.

0 Comments:
Posting Komentar