Sejarah Islam dan Kisah Islam Didunia

4 Wali Allah Swt Penjaga Alam Semesta

Kita Sebagai orang islam tentu tidak asing lagi dengan yang namanya anugerah Allah SWT untuk para walinya. Wali Allah sendiri adalah sosok yang ditunjuk oleh Allah Swt dengan berbagai keistimewaan berupa karomah yang dimiliki. Adapun orang yang mendapat gelar Wali Allah bukanlah orang sembarangan.


AlQur’an sendiri menyatakan bahwa yang disebut waliyullah adalah orang-orang yang selalu beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman tentang para wali Allah dalam al-Qur’an al-Karim:

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ 
الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُون

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (62) (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa (63).” (QS. Yunus [10]: 62-63)

Umat Islam perlu mengenal dan memuliakan mereka karena mereka adalah intisari ulama sholeh terdahulu, pimpinan ulama terkini, dan pemuka para wali.
Dahulu kala, ada empat wali agung yang terkenal di kalangan umat islam Timur dan Barat karena keistimewannya ada di empat penjuru arah.
Mereka juga mengakui bahwa ada wali yang bisa mengatur alam. Bahkan ada yang bisa menciptakan dengan ucapan: Kun, fayakun.



Berikut ulasan dari wali Allah penjaga alam semesta
·         Empat wali bertugas menahan alam semesta. Mereka ada di empat penjuru arah. Yang mereka sebut dengan wali autad.
·         Tujuh wali, yang masing-masing ada di tujuh benua. Mereka sebut wali abdal. Disebut wali abdal, dari kata badal yang artinya pengganti. Karena jika ada satu yang mati maka lainnya menjadi penggantinya.
·         Wali yang mengatur setiap iklim dan cuaca. Di Mesir diyakini ada 30, di Syam, Iraq juga demikian. Dan masing-masing telah ditunjuk sebagai wakil untuk menangani suasana tertentu.
·         Dan sekian banyak wali yang mengatur iklim dan cuaca itu, mereka dipimpin oleh satu wali, yang disebut wali kutub akbar atau wali ghauts. Inilah yang mengatur semua urusan kejaraan (wali). Karena dalam dunia wali itu ada kerajaan bathin. Ada aturan dan keputusan.
(Mausu’ah al-Firaq, ad-Durar as-Saniyah, 10/15)
Berikut Ini 4 Wali Allah yang agung dikenal oleh umat islam :
1. SYEKH ABDUL QODIR AL JAILANI

memiliki nama lengkap Abu Muhammad Muhaidin Abdul Qodir Al Jaelani. Ia adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme.
Diantaranya karomahnya ialah bisa menghidupkan orang mati yang sudah meninggal ratusan tahun.
Diriwayatkan dalam sebuah kitab, suatu ketika Syekh Abdul bertemu dengan umat Islam yang sedang berdebat dengan umat Nasrani. Mereka saling memperdebatkan nabi yang paling sempurna diantara Nabi Muhammad dan Nabi Isa. Syekh Abdul Qodir bertanya kepada orang Nasrani, apa yang menjadi dasar dan apa dalilnya Nabi Isa lebih sempurna dari nabi lainnya. Lalu orang Nasrani menjawab Nabi Isa mempunyai keistimewaan yakni mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati.
Selanjutnya Syekh Abdul Qodir membuat kesepakatan dengan orang Nasrani, jika Ia mampu menghidupkan orang yang sudah mati maka bersedia untuk mengimani Islam. Orang Nasrani menyetujui permintaan Syekh Abdul Qodir untuk bersedia masuk agama Islam dan beriman kepada Nabi Muhammad. Mereka bersama-sama mencari kuburan tua yang berisi mayat berusia sekitar 500 tahun.
Selanjutnya di depan kuburan, Syekh Abdul Qodir mengucapkan "Kum Bi idznillah" yang artinya Bangunlah Kamu dengan izin Allah. Seketika itu, kuburan terbelah dua dan mayat keluar dari kuburan sambil bernyanyi. Konon, semasa hidup mayat itu adalah seorang penyanyi. Menyaksikan peristiwa aneh tersebut, orang Nasrani tersebut tercengang dan memenuhi janjinya masuk agama Islam.

2. SYEKH AHMAD ARIFA'Í
Syekh Ahmad Arifa'i adalah seorang ulama sufi berkebangsaan Irak abad ke-6 Hijriah/12 Masehi. Ia lahir di Desa Hasan, Kegubernuran Wasith, Irak, dan meninggal di Desa Ummu 'Ubaidah, suatu tempat yang terletak antara Wasith dan Basra. Ia dibanggakan oleh sejumlah ulama terkemuka kala itu. Diantara karomahnya ialah mencium tangan Rasulullah SAW pada tahun 555 Hijriah. Saat itu Syekh Ahmad Arifa'i berumur 43 tahunm beliau berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan Haji. Setelah di Mekkah, beliau pergi ke Madinah untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad. Sesampainya di Madinah, Syekh Ahmad bersama para jamaah menuju ke masjid Nabawi. Para jamaah melihat langsung bahwa Nabi Muhammad menjawab salam dari Syekh Ahmad Arifa'i.

Syekh Ahmad Arifai berkata, "Assalamualaikum wahai datuku.
Lalu muncul suara Walaikumsalam salam wahai annaku. Imam Arifai lalu masuk ke dalamnya dalam keadaan gemetar dan menggigil. Warna kulitnya menjadi kekuning-kuningan.
Imam Arifai berlutut sampai menangis seraya berkata dari kejauhan aku kirimkan ruhku untuk selalu mengingatmu sebagai perwakilanku. Aku bisa melihat dengan seluruh jasadku padamu secara kasat mata, maka ulurkanlah tanganmu agar aku bisa mencium tanganmu wahai Rasulullah. Tangan Rasulullah keluar dari makamnya, Imam Arifai langsung menciumnya dan meminta ikut melihat dan mendengar langsung karomah Imam Arifa'i.

3. SYEKH AHMAD BADAWI
 

Syekh Ahmad Badawi merupakan seorang Syekh yang sangat terkemuka di Jazirah Arab dan Timur Tengah. Beliau juga dikenal sebagai Al-Sayyid al-Badawi oleh semua orang muslim sunni yang menghormatinya sebagai Wali pada abad ke-13 di Maroko.
Al-Sayyid al Badawi mempunyai nasab mulia sebagai salah satu tiang pilar dari empat kelompok sufi. Diantara karomahnya ialah mukanya bercahaya sehingga beliau melilit wajahnya sebanyak dua kali dengan sorban.
Suatu ketika, seorang anak murid beliau meminta untuk melihat wajah Syekh Ahmad Al Badawi. Beliau menolak permintaan muridnya. Namun atas desakan yang kuat, ia melihatkan wajahnya ke anak muridnya. Seketika itu anak muridnya meninggal dunia terkejut melihat Syekh Ahmad Al Badawi yang bercahaya. Semenjak peristiwa itu, beliau tidak pernah membuka lilitan sorbannya. Anak muridnya meninggal dalam keadaan mati syahid karena meninggal semasa menuntut ilmu.
Selain itu, pernah suatu ketika Syekh Ibnu Laban mengumpat. Seketika itu hafalan Alquran menjadi hilang. Ia berusaha beristighosah dan meminta bantuan doa orang-orang terkemuka di zaman itu. Selanjutnya ia menghadap kepada Syekh Yakult Al Arsy untuk meminta pertolongan. Keduanya bersama-sama berangkat menuju makan Al Badawi dan berkata "Wahai Guru, hendaklah Tuan memberi maaf kepada orang ini.
Dalam makamnya terdengar jawaban , "Ya sudah, tapi dengan syarat ia mau bertobat". Akhirnya Ibnu laban bertaubat dan tidak lama kemudian kembalilah ilmu dan imannya. Syekh Ahmad Al Badawi sudah meninggal 200 tahun silam namun tetap bisa memberi petunjuk bagi orang yang berziarah ke makamnya.

4. SYEKH ABU HASAN ASY - SYADZILI 

Syekh Abdul Hasan Asy-Syadzilidilahirkan di Maroko pada tahun 593 Hijriah. Syekh Abdul Hasan as-sazili adalah seorang yang dianugrahi Karomah yang sangat banyak tidak ada yang bisa menghitung karomahnya kecuali Allah.
Adapun sebagian dari karomahnya yaitu ketika umur 6 tahun, beliau telah mengenyangkan orang-orang yang kelaparan pada penduduk negeri Tunisia dengan uang yang berasal dari alam gaib. Beliau didatangi Nabi Khidir untuk menetapkan beliau menjadi seorang wali yang mempunyai kedudukan tinggi. Beliau beliau bisa mengetahui batin isi hati manusia saat berusia 6 tahun. Beliau pernah berbicara dengan malaikat di hadapan murid-muridnya, beliau menjaga murid-muridnya meskipun di tempat yang jauh dan beliau pun mampu memperlihatkan atau menampakan Kakbah dari negara Mesir. Beliau tidak pernah putus melihat atau menjumpai lailatul qadar semenjak usia baligh hingga wafatnya.
Beliau tidak pernah terhalang sekejap mata pandangannya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selama 40 tahun artinya beliau selalu berjumpa dengan Rasulullah selama 40 tahun.

Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Popular Posts