
أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُون
Umat Islam perlu mengenal dan memuliakan mereka karena mereka adalah intisari ulama sholeh terdahulu, pimpinan ulama terkini, dan pemuka para wali.
Dahulu kala, ada empat wali agung yang terkenal di kalangan umat islam Timur dan Barat karena keistimewannya ada di empat penjuru arah.
Mereka juga mengakui bahwa ada wali yang bisa mengatur alam. Bahkan ada yang bisa menciptakan dengan ucapan: Kun, fayakun.

· Empat wali bertugas menahan alam semesta. Mereka ada di empat penjuru arah. Yang mereka sebut dengan wali autad.

memiliki nama lengkap Abu Muhammad Muhaidin Abdul Qodir Al
Jaelani. Ia adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati dan dianggap wali
dalam dunia tarekat dan sufisme.
Diantaranya karomahnya ialah bisa menghidupkan orang mati yang
sudah meninggal ratusan tahun.
Diriwayatkan dalam sebuah kitab, suatu ketika Syekh Abdul
bertemu dengan umat Islam yang sedang berdebat dengan umat Nasrani.
Mereka saling memperdebatkan nabi yang paling sempurna diantara Nabi
Muhammad dan Nabi Isa.
Syekh Abdul Qodir bertanya kepada orang Nasrani,
apa yang menjadi dasar dan apa dalilnya Nabi Isa lebih
sempurna dari nabi lainnya. Lalu orang Nasrani menjawab Nabi Isa mempunyai keistimewaan yakni mampu
menghidupkan kembali orang yang sudah mati.
Selanjutnya Syekh Abdul Qodir membuat kesepakatan dengan orang Nasrani,
jika Ia mampu menghidupkan orang yang sudah mati maka bersedia untuk mengimani
Islam. Orang Nasrani menyetujui permintaan Syekh Abdul
Qodir untuk bersedia masuk agama Islam dan beriman kepada Nabi
Muhammad. Mereka bersama-sama mencari kuburan tua yang berisi mayat
berusia sekitar 500 tahun.
Selanjutnya di depan kuburan, Syekh Abdul Qodir mengucapkan "Kum Bi idznillah" yang artinya Bangunlah Kamu dengan
izin Allah. Seketika itu, kuburan terbelah dua dan mayat keluar dari kuburan
sambil bernyanyi. Konon, semasa hidup mayat itu adalah seorang penyanyi. Menyaksikan
peristiwa aneh tersebut, orang Nasrani tersebut
tercengang dan memenuhi janjinya masuk agama Islam.
Syekh Ahmad Arifa'i adalah seorang ulama sufi berkebangsaan Irak
abad ke-6 Hijriah/12 Masehi. Ia lahir di Desa Hasan, Kegubernuran Wasith, Irak, dan meninggal
di Desa Ummu 'Ubaidah, suatu tempat yang terletak antara Wasith dan Basra. Ia dibanggakan oleh sejumlah ulama terkemuka kala itu. Diantara
karomahnya ialah mencium tangan Rasulullah SAW
pada tahun 555 Hijriah. Saat itu Syekh Ahmad Arifa'i berumur 43 tahunm beliau berangkat
ke Mekkah untuk melaksanakan Haji. Setelah di Mekkah, beliau pergi ke Madinah untuk
berziarah ke makam Nabi
Muhammad. Sesampainya di Madinah,
Syekh Ahmad bersama para jamaah menuju ke masjid Nabawi. Para jamaah melihat langsung bahwa Nabi
Muhammad menjawab salam dari Syekh Ahmad Arifa'i.Syekh Ahmad Arifai berkata, "Assalamualaikum wahai datuku.
Lalu muncul suara Walaikumsalam salam wahai annaku. Imam Arifai lalu masuk ke dalamnya dalam keadaan gemetar dan
menggigil. Warna kulitnya menjadi kekuning-kuningan.
Imam Arifai berlutut sampai menangis seraya berkata dari kejauhan
aku kirimkan ruhku untuk selalu mengingatmu sebagai perwakilanku. Aku bisa melihat dengan seluruh jasadku padamu secara kasat
mata, maka ulurkanlah tanganmu agar aku bisa mencium tanganmu wahai Rasulullah. Tangan Rasulullah keluar
dari makamnya, Imam Arifai langsung menciumnya dan meminta ikut melihat dan
mendengar langsung karomah Imam Arifa'i.

Syekh Ahmad Badawi merupakan seorang Syekh yang sangat terkemuka
di Jazirah Arab dan Timur Tengah. Beliau juga dikenal sebagai Al-Sayyid
al-Badawi oleh semua orang muslim sunni yang menghormatinya sebagai Wali pada
abad ke-13 di Maroko.
Al-Sayyid al Badawi mempunyai nasab mulia sebagai
salah satu tiang pilar dari empat kelompok sufi. Diantara karomahnya ialah
mukanya bercahaya sehingga beliau melilit wajahnya sebanyak dua kali dengan
sorban.
Suatu ketika, seorang anak murid beliau meminta untuk melihat
wajah Syekh Ahmad Al Badawi. Beliau menolak permintaan muridnya. Namun atas
desakan yang kuat, ia melihatkan wajahnya ke anak muridnya. Seketika itu anak
muridnya meninggal dunia terkejut melihat Syekh Ahmad Al Badawi yang bercahaya.
Semenjak peristiwa itu, beliau tidak pernah membuka lilitan sorbannya. Anak
muridnya meninggal dalam keadaan mati syahid karena
meninggal semasa menuntut ilmu.
Selain itu, pernah suatu ketika Syekh Ibnu Laban mengumpat.
Seketika itu hafalan Alquran menjadi hilang. Ia berusaha beristighosah dan
meminta bantuan doa orang-orang terkemuka di zaman itu. Selanjutnya ia
menghadap kepada Syekh Yakult Al Arsy untuk meminta pertolongan. Keduanya
bersama-sama berangkat menuju makan Al Badawi dan berkata "Wahai Guru,
hendaklah Tuan memberi maaf kepada orang ini.
Dalam makamnya terdengar jawaban , "Ya sudah, tapi dengan
syarat ia mau bertobat". Akhirnya Ibnu laban bertaubat dan tidak lama
kemudian kembalilah ilmu dan imannya. Syekh Ahmad Al Badawi sudah meninggal 200
tahun silam namun tetap bisa memberi petunjuk bagi orang yang berziarah ke
makamnya.

Syekh Abdul Hasan Asy-Syadzilidilahirkan di Maroko pada tahun
593 Hijriah. Syekh Abdul Hasan as-sazili adalah seorang yang dianugrahi Karomah
yang sangat banyak tidak ada yang bisa menghitung karomahnya kecuali Allah.
Adapun sebagian dari karomahnya yaitu ketika umur 6 tahun,
beliau telah mengenyangkan orang-orang yang kelaparan pada penduduk negeri
Tunisia dengan uang yang berasal dari alam gaib. Beliau didatangi Nabi Khidir
untuk menetapkan beliau menjadi seorang wali yang mempunyai kedudukan tinggi. Beliau
beliau bisa mengetahui batin isi hati manusia saat berusia 6 tahun. Beliau
pernah berbicara dengan malaikat di hadapan murid-muridnya, beliau menjaga
murid-muridnya meskipun di tempat yang jauh dan beliau pun mampu memperlihatkan
atau menampakan Kakbah dari negara Mesir. Beliau tidak pernah putus melihat
atau menjumpai lailatul qadar semenjak usia baligh hingga wafatnya.
Beliau tidak pernah terhalang sekejap mata pandangannya dari Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wasallam selama 40 tahun artinya beliau selalu berjumpa dengan Rasulullah selama
40 tahun.
0 Comments:
Posting Komentar