Suku primitif dan mereka yang tinggal di pedalaman
yang tak tersentuh dunia modern, jauh dari peradaban, hidup dengan adat
istiadat dan sistem kepercayaan sendiri kemudian mati dalam keadaan demikian
tanpa mengenal Islam maka status mereka disamakan dengan ahlul fatroh (أهل
الفترة).
Ahlul fatroh adalah
manusia yang hidup tanpa pernah menerima dakwah Nabi/Rasul, terutama mereka
yang hidup di masa antara Nabi Isa dengan dibangkitkannya Nabi Muhammad.
Ahlul fatroh dimaafkan
seluruh perbuatan mereka di dunia, tidak dihisab, tidak dituntut, tidak diuji
dan tidak disiksa berdasarkan keumuman dalam ayat berikut ini,
{وَمَا
كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا } [الإسراء: 15]
Artinya :
“Tidaklah Aku menyiksa sampai Kuutus seorang utusan” (Surah Al-Isro’; 15)
Ahlul fatroh tidak
disiksa berdasarkan perbuatan mereka selama hidup di dunia. Mereka hidup
bagaikan makhluk Allah yang tidak diberi taklif seperti burung-burung,
kupu-kupu, dan merak. Mereka akan diuji di akhirat, dan lulus-tidaknya ujian
itulah yang menentukan apakah kelak mereka masuk surga atau masuk neraka.
Dasar penjelasan ini adalah hadis berikut,
عَنِ
الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَصَمُّ لَا يَسْمَعُ شَيْئًا
وَرَجُلٌ أَحْمَقُ وَرَجُلٌ هَرَمٌ وَرَجُلٌ مَاتَ فِي فَتْرَةٍ فَأَمَّا
الْأَصَمُّ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَمَا أَسْمَعُ شَيْئًا
وَأَمَّا الْأَحْمَقُ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَالصِّبْيَانُ
يَحْذِفُونِي بِالْبَعْرِ وَأَمَّا الْهَرَمُ فَيَقُولُ رَبِّي لَقَدْ جَاءَ
الْإِسْلَامُ وَمَا أَعْقِلُ شَيْئًا وَأَمَّا الَّذِي مَاتَ فِي الْفَتْرَةِ
فَيَقُولُ رَبِّ مَا أَتَانِي لَكَ رَسُولٌ فَيَأْخُذُ مَوَاثِيقَهُمْ
لَيُطِيعُنَّهُ فَيُرْسِلُ إِلَيْهِمْ أَنْ ادْخُلُوا النَّارَ قَالَ فَوَالَّذِي
نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ دَخَلُوهَا لَكَانَتْ عَلَيْهِمْ بَرْدًا
وَسَلَامًا
Artinya :
“Dari Al-Aswad bin Sari’ bahwasanya Nabiyullah ﷺ bersabda: “Ada empat (jenis
orang) di hari kiamat nanti: Orang tuli yang tidak mendengar apapun, orang
idiot, orang pikun, dan orang yang mati di masa fatroh. Orang tuli berkata,
‘Wahai Rabbku, telah datang Islam tapi aku tidak mendengar apapun tentang hal
itu’. Adapun orang idiot berkata, ‘Wahai Rabku, Islam telah datang sementara
anak-anak melempariku dengan kotoran’. Adapun orang pikun ia berkata, ‘Wahai
Rabbku, telah datang Islam hanya aku tidak bisa memahami sama sekali’. Adapun
orang di masa fatroh berkata, ‘Wahai Rabku, tidak ada utusan-Mu yang
mendatangiku’. Lalu Allah mengambil perjanjian dengan mereka agar mereka
benar-benar taat kepada-Nya. Lantas Allah mengutus malaikatnya untuk mengatakan
‘Masuklah kalian ke dalam neraka’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di
tangan-Nya, kalaulah mereka memasuki api tersebut, api itu akan menjadi dingin
dan menyelamatkan mereka”. (H.R.Ahmad)
Dalam hadis di atas Rasulullah menceritakan ada empat golongan manusia yang akan membela diri di hadapan Allah pada saat dihisab.
Mereka adalah ORANG TULI, ORANG PIKUN, ORANG IDIOT, dan AHLUL FATROH.
Orang tuli menolak dihukum karena tidak masuk Islam dengan alasan dia tidak bisa mendengar risalah Islam sehingga tidak bisa mengimaninya.
Orang pikun mengaku tidak bisa memeluk Islam dengan alasan bahwa dakwah Islam sampai kepadanya pada saat akalnya sudah tidak berfungsi lagi.
Orang idiot mengaku tidak bisa memeluk Islam karena saat hidup di dunia dalam keadan tolol, tidak bisa menimbang baik-buruk, bahkan dihinakan manusia, sampai-sampai anak-anak kecilpun melemparinya dengan kotoran.
Ahlul fatroh mengatakan
tidak bisa memeluk Islam karena tidak ada satu utusan Allahpun yang
mendakwahkan Islam kepadanya.
Allah menerima semua alasan mereka kemudian membuat
perjanjian dengan mereka saat itu juga agar menaati apapun yang diperintahkan
Allah. Di titik ini Allah mulai menguji agar diketahui apakah nasib mereka ke
surga atau ke neraka. Mereka menerima dan siap. Kemudian Allah memerintahkan
mereka untuk masuk neraka!
Perintah Allah untuk masuk neraka ini tentu saja
mengejutkan mereka. Tetapi dari situ justru akan tampak siapa yang memang sifat
dasarnya taat kepada Allah dan membangkang. Mereka yang memang tabiatnya taat
segera saja melaksanakan perintah itu dan api nerakapun terasa dingin bagi
mereka
sebagaimana diberitahukan Rasulullah kepada kita.
Adapun yang tidak mau melakukannya karena takut, maka Allah mencela mereka dan
mengatakan kepada mereka yang kira-kira maknanya “Ini yang jelas-jelas
perintahKu saja kalian membangkangnya, bagaimana jika kalian Ku kembalikan ke
dunia kemudian mendapatkan perintah-Ku melalui utusan-Ku? Pasti kalian lebih
hebat lagi dalam membantah dan membangkang pada para utusan-Ku”. Dengan cara
itu, maka menjadi jelaslah siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka.
Hadis ini dishahihkan oleh Al-Baihaqi, Ibnu Katsir,
Ibnu Hajar Al-‘Asqolani dan Al-Albani. Syu’aib Al-Arnauth menghasankannya. Ibnu
Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa riwayat ini bisa dijadikan hujjah
karena memiliki sejumlah syawahid yang menguatkan satu sama
lain.
Adanya ujian di akhirat untuk orang-orang tertentu ini
adalah pemahaman Al-Baihaqi, Abu Al-Hasan Al-‘Asy’ari, Ibnu Katsir, Ibnu
Taimiyyah, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah dan Ibnu Baz.
Adapun pendapat yang menolak riwayat di atas dengan
alasan bahwa akhirat itu Darul Jaza’ (negeri balasan)
bukan Darul Imtihan (negeri ujian), maka jawabannya adalah
sebagai berikut.
Maksud akhirat sebagai Darul Jaza’ adalah
pada saat mereka sudah dimasukkan ke surga dan ke neraka, bukan sebelumnya.
Oleh karena itu, hal ini tidak bertentangan jika ada perintah dan taklif
sebelum dimasukkan ke salah satu negeri balasan itu.
Dalam Al-Qur’an sendiri ada ayat yang memerintahkan
semua makhluk sujud di akhirat nanti, maka orang kafir dan munafik tidak bisa
sujud sedangkan orang mukmin bisa sujud.
Perintah sujud adalah taklif, jadi hal ini menunjukkan
taklif sebelum dimasukkan surga atau neraka diakui dalam Al-Qur’an.
Orang taat akan tetap taat selama yakin itu perintah
Allah dan Rasul-Nya. Sementara para pembangkang yang memang tabiatnya
membangkang akan melanggar perintah Allah apapun perintah itu.

0 Comments:
Posting Komentar